Jasad WNI Korban Insiden Ethiopian Airlines Belum Ditemukan

CNN Indonesia | Senin, 11/03/2019 13:23 WIB
Jasad WNI Korban Insiden Ethiopian Airlines Belum Ditemukan Proses evakuasi serpihan pesawat Ethiopian Air di Ethiopia. (REUTERS/Tiksa Negeri)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Luar Negeri Indonesia menyatakan jenazah seorang warga Indonesia, Harina Hafitz, yang menjadi korban dalam kecelakaan pesawat Ethiopian Airlines yang jatuh di Ethiopia pada Minggu (10/3) kemarin belum ditemukan. Proses pencarian di lokasi kejadian juga terus dilakukan hari ini.

"Sampai pagi ini, kami belum dapat informasi terkait ditemukannya jenazah WNI korban pesawat Ethiopian Airlines yang jatuh," ucap juru bicara Kemlu RI, Arrmanatha Nasir, dalam jumpa pers di kantornya di Jakarta, Senin (11/3).

Arrmanatha menuturkan KBRI di Addis Ababa terus berkoordinasi dengan aparat setempat terkait investigasi dan identifikasi jenazah.


Kemlu RI menyatakan mendiang Harina adalah staf Program Pangan Dunia (WFP) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang bertugas di Roma, Italia.
Selain Harina, sejumlah staf WFP juga menjadi korban dalam kecelakaan maut itu. Mereka adalah Ekta Adhikari asal Nepal, Maria Pilar Buzzetti dari Italia, Virginia Chimenti asal Italia, Zhen-Zhen Huang dari China, Michael Ryan asal Irlandia, dan Djordje Vdovic dari Serbia.

Lebih lanjut, Arrmanatha menuturkan KBRI Roma akan terus berkoordinasi dengan kantor WFP dan KBRI Addis Ababa untuk menangani urusan pemulangan jenazah ketika jasad telah ditemukan dan diidentifikasi.

"KBRI Roma akan terus berkoordinasi dengan KBRI Addis Ababa dan kantor WFP di Roma terkait pemulangan jenazah," kata Arrmanatha.

Pesawat Boeing 737-8 MAX milik Ethiopian Airlines jatuh tak jauh dari di ibu kota Ethiopia, Addis Ababa, saat hendak menuju Nairobi, Kenya.

[Gambas:Video CNN]

Pesawat itu mengangkut 149 penumpang dari 32 negara dan delapan awak. Seluruhnya dipastikan tewas dalam kecelakaan itu.

Sebanyak 32 korban berkewarganegaraan Kenya, 18 Kanada, sembilan Etiopia, delapan Italia, delapan China, delapan Amerika Serikat, tujuh Inggris, tujuh Perancis, enam Mesir, lima Belanda, empat India, empat Slovakia, tiga Austria, tiga Swedia, tiga Rusia, dua Maroko, dua Spanyol, dua Polandia, dan dua Israel.

Sementara masing-masing satu korban berasal dari Indonesia, Belgia, Somalia, Norwegia, Serbia, Togo, Mozambik, Rwanda, Sudan, Uganda, dan Yaman.

Hasil penyelidikan sementara, pilot Ethiopian Airlines dengan nomor penerbangan 302 itu sempat meminta untuk kembali, setelah beberapa menit lepas landas dari bandara Bole, Addis Ababa, pada pukul 08.38 pagi waktu setempat.
Tipe pesawat yang jatuh di Ethiopia sama dengan yang disewa oleh maskapai Lion Air dengan kode penerbangan PK-LQP. Burung besi itu jatuh di perairan Tanjung, Karawang, Jawa Barat pada 29 Oktober 2018 silam. (rds/ayp)