Staf PBB dari RI Jadi Korban Dalam Insiden Ethiopian Airlines

CNN Indonesia | Senin, 11/03/2019 09:43 WIB
Staf PBB dari RI Jadi Korban Dalam Insiden Ethiopian Airlines Serpihan dalam kecelakaan pesawat Ethiopian Airlines. (REUTERS/Tiksa Negeri)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Luar Negeri RI mengkonfirmasi satu warga Indonesia turut menjadi korban tewas dalam kecelakaan pesawat Ethiopian Airlines yang jatuh kemarin di Ethiopia. Mendiang bernama Harina Hafitz yang merupakan staf Program Pangan Dunia (WFP) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang bertugas di Roma, Italia.

"Kemlu telah mendapatkan konfirmasi bahwa korban WNI adalah seorang perempuan yang tinggal di Roma Italia dan bekerja untuk World Food Program (WFP) PBB," papar juru bicara Kemlu RI, Arrmanatha Nasir, melalui pernyataan yang diterima CNNIndonesia.com pada Senin (11/3).

Arrmanatha menuturkan Duta Besar RI di Roma telah bertemu dengan keluarga korban dan menyampaikan kabar duka tersebut.


Armanatha mengatakan KBRI Roma akan terus berkoordinasi dengan keluarga korban, KBRI Addis Ababa di Ethiopia, dan kantor WFP Roma untuk kepengurusan jenazah dan dukungan bagi keluarga.
Menurut Direktur Eksekutif WFP PBB, David Beasley, sejumlah stafnya juga turut menjadi korban dalam kecelakaan itu. Mereka adalah Ekta Adhikari (Nepal), Maria Pilar Buzzetti (Italia), Virginia Chimenti (Italia), Zhen-Zhen Huang (China), Michael Ryan (Irlandia), dan Djordje Vdovic (Serbia).

Pesawat Boeing 737 MAX 8 milik Ethiopian Airlines jatuh tak jauh dari di ibu kota Ethiopia, Addis Ababa, saat hendak menuju Nairobi, Kenya, 10 Maret 2019.

Pesawat itu mengangkut 157 penumpang dari 32 negara dan seluruhnya dipastikan tewas dalam kecelakaan itu.

[Gambas:Video CNN]

Sebanyak 32 korban berkewarganegaraan Kenya, 18 Kanada, sembilan Etiopia, delapan Italia, delapan China, delapan Amerika Serikat, tujuh Inggris, tujuh Perancis, enam Mesir, lima Belanda, empat India, empat Slovakia, tiga Austria, tiga Swedia, tiga Rusia, dua Maroko, dua Spanyol, dua Polandia, dan dua Israel.

Sementara masing-masing satu korban berasal dari Indonesia, Belgia, Somalia, Norwegia, Serbia, Togo, Mozambik, Rwanda, Sudan, Uganda, dan Yaman.

Selain itu, empat korban lainnya memegang paspor Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) yang belum teridentifikasi kewarganegaraannya.

Hasil penyelidikan sementara, pilot Ethiopian Airlines dengan nomor penerbangan 302 itu sempat meminta untuk kembali, setelah beberapa menit lepas landas dari bandara Bole di Addis Ababa pada pukul 08.38 pagi waktu setempat.
Pesawat yang digunakan sama dengan yang disewa oleh maskapai Lion Air dengan kode penerbangan PK-LQP yang jatuh di perairan Tanjung, Karawang, Jawa Barat pada 29 Oktober 2018 silam. (rds/ayp)