Pemakaman Korban Teror di Selandia Baru Dimulai Hari ini

CNN Indonesia | Selasa, 19/03/2019 12:58 WIB
Pemakaman Korban Teror di Selandia Baru Dimulai Hari ini Ilustrasi aksi tabur bunga di lokasi penembakan di Selandia Baru. (REUTERS/Jorge Silva)
Jakarta, CNN Indonesia -- Proses pemakaman gelombang pertama korban teror penembakan di Christchurch, Selandia Baru, mulai dilaksanakan hari ini. Liang lahat sudah digali di taman pemakaman setempat untuk menguburkan jenazah korban.

Seperti dilansir Reuters, Selasa (19/3), sebagian jasad korban penembakan mulai dimandikan dan segera dimakamkan hari ini. Sejumlah relawan dari luar Selandia Baru berdatangan untuk membantu proses pemakaman.

"Kami sadar untuk memenuhi keinginan setiap keluarga mendiang sebelum jasad kerabat mereka dimakamkan," kata Direktur Kementerian Sipil, Pertahanan dan Manajemen Darurat, Sarah Stuart-Black.


Para korban yang meninggal dalam insiden pada 15 Maret adalah pendatang Muslim dari sejumlah negara. Antara lain Indonesia, Pakistan, Bangladesh, India, Turki, Kuwait, Somalia, dan lainnya.
Para kerabat mendiang berharap bisa menghadiri pemakaman. Maka dari itu pemerintah Selandia Baru sudah menerbitkan 65 visa untuk para keluarga.

Jumlah korban meninggal dalam kejadian itu mencapai 50 orang. Sedangkan korban luka tercatat juga 50 orang.

Sekiter 30 korban luka akibat kejadian itu masih dirawat di rumah sakit Christchurch. Sembilan di antaranya dalam kondisi kritis. Sedangkan seorang anak berusia empat tahun diterbangkan ke Auckland karena kondisinya kritis dan membutuhkan perawatan intensif.

Perdana Menteri Jacinda Ardern menyatakan pelaku, Brenton Tarrant (28), bakal dihukum berat sesuai aturan di negara itu. Dia berjanji akan memberi keadilan bagi keluarga korban.

"Keluarga korban akan mendapat keadilan," kata Ardern.

[Gambas:Video CNN]

Aksi teror yang dilakukan Tarrant terjadi di dua masjid di Kota Christchurch pada 15 Maret. Yakni Masjid Al Noor dan Masjid Linwood. Dia menggunakan senapan serbu AR-15 dalam aksinya. Tarrant merekam perbuatannya dan disiarkan langsung melalui akun Facebook-nya.

Insiden terjadi ketika umat Islam setempat sedang bersiap untuk melaksanakan salat Jumat. Jumlah korban meninggal akibat peristiwa itu mencapai 50 orang.

Korban luka dalam kejadian itu juga mencapai 50 orang. Salah satu korban meninggal adalah warga Indonesia, mendiang Lilik Abdul Hamid.

Sedangkan WNI yang menjadi korban luka adalah Zulfirmansyah dan anaknya.

Setelah peristiwa itu terjadi, kepolisian Selandia Baru menangkap empat orang, terdiri dari tiga lelaki dan seorang perempuan. Namun, baru Tarrant yang dijerat dengan dakwaan pembunuhan dan disidangkan.
Tarrant menyatakan tidak mengajukan keberatan atas seluruh dakwaan. Proses sidang lelaki Australia itu bakal dilanjutkan pada 5 April mendatang, dan kemungkinan besar dakwaan bakal berlapis.

Aparat Selandia Baru menerapkan kebijakan menempatkan personel di seluruh masjid di sana saat waktu salat dan tetap siaga setelahnya. mereka menggandeng Biro Penyelidik Federal (FBI) Amerika Serikat, dan Kepolisian Federal Australia (AFP) dalam menyelidiki insiden itu. (ayp/ayp)