Trump Hendak Akui Dataran Tinggi Golan Milik Israel

CNN Indonesia | Jumat, 22/03/2019 12:07 WIB
Trump Hendak Akui Dataran Tinggi Golan Milik Israel Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. (REUTERS/Kevin Lamarque)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan hendak mengakui Dataran Tinggi Golan, yang merupakan wilayah sengketa, menjadi milik Israel. Kawasan itu diduduki oleh Negeri Zionis pada Perang Enam Hari 1967 dan dicaplok dari Suriah pada 1981.

"Setelah 52 tahun kini saatnya untuk Amerika Serikat mengakui kedaulatan Israel atas Dataran Tinggi Golan, yang mana penting bagi strategi dan keamanan Israel serta kestabilan kawasan," cuit Trump melalui akun Twitter.
Seperti dilansir CNN, Jumat (22/3), dunia tidak mengakui pencaplokan Israel atas Dataran Tinggi Golan. Sebab, mereka menyatakan hal itu ilegal dalam hukum internasional.

"Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sangat jelas menyatakan Dataran Tinggi Golan adalah wilayah Suriah. Dan aspek paling awal dalam resolusi 2254 adalah pengakuan wilayah Suriah," kata Perwakilan Khusus PBB untuk Suriah, Geir Pedersen.


Yang cukup diuntungkan dengan pernyataan Trump adalah Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu. Sebab, dia sudah lama mendesak AS mengakui Dataran Tinggi Golan sebagai wilayah Israel.
Apalagi saat ini Netanyahu tengah menghadapi pemilihan umum. Pernyataan Trump ini disampaikan beberapa pekan sebelum dia bertemu dengan Netanyahu.

Netanyahu lantas membalas cuitan Trump dengan menyatakan terima kasih atas dukungan soal Dataran Tinggi Golan.

"Saat Iran hendak menggunakan Suriah sebagai basis untuk menyerang Israel, Presiden Trump secara meyakinkan mengakui kedaulatan Israel atas Dataran Tinggi Golan. Terima kasih Presiden Trump," cuit Netanyahu.

Meski demikian, langkah Trump mengakui kawasan Golan sebagai milik Israel dikritik di dalam negeri. Mantan Menteri Pertahanan AS, Leon Panetta, menyatakan sikap Trump lebih condong bersifat politis ketimbang berdampak terhadap strategi global AS.
"Sulit untuk tidak memisahkan keduanya. Presiden sangat jelas menunjukkan dukungan kepada Netanyahu," kata Panetta. (ayp/ayp)