"Posisi Amerika terkait Dataran Tinggi Golan benar-benar menunjukkan penghinaan bagi legitimasi internasional dan pelanggaran terhadap hukum internasional," ujar seorang sumber Kementerian Luar Negeri Suriah kepada kantor berita SANA.
Pencaplokan itu tidak pernah diakui oleh masyarakat internasional. Jika terwujud, pengakuan Trump akan melanggar berbagai resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pernyataan dari presiden AS dan pemerintahannya atas Golan tak akan mengubah fakta bahwa Golan adalah bagian dari Arab dan Suriah," katanya.
Sejumlah negara, seperti Turki dan Rusia, langsung menyuarakan penolakan mereka atas rencana Trump. Mereka memperingatkan bahwa pernyataan Trump itu akan menyulut konflik di kawasan. (has)