Mahathir Respons Komentar Tak Puas Anak Anwar Ibrahim

CNN Indonesia | Selasa, 26/03/2019 13:00 WIB
Mahathir Respons Komentar Tak Puas Anak Anwar Ibrahim Mahathir Mohamad 'kecewa' dengan komentar Nurul Izzah, anggota parlemen sekaligus anak calon penerusnya, Anwar Ibrahim, yang tak puas akan kinerja pemerintah. (Reuters/Lai Seng Sin)
Jakarta, CNN Indonesia -- Perdana Menteri Mahathir Mohamad "kecewa" dengan komentar Nurul Izzah Anwar, seorang anggota parlemen Malaysia sekaligus anak dari calon penerusnya, Anwar Ibrahim, yang mengaku tak puas akan kinerja pemerintah.

"Tidak apa-apa, banyak orang yang merasa kecewa. Saya juga kecewa dengan mereka," ucap Mahathir setelah menghadiri acara pegawai pemerintahan pada Senin (25/3) seperti dikutip The Star.

Mahathir tak menjelaskan detail kekecewaannya itu. Namun, dilansir The Straits Times, komentar itu diutarakan Mahathir menanggapi pernyataan Nurul Izzah yang mengaku "patah hati" karena sekali lagi harus bekerja dengan seorang "diktator" seperti Mahathir.


Dalam wawancaranya bersama The Straits Times beberapa waktu lalu, Nurul Izzah mengatakan dia akan mundur sebagai anggota parlemen federal setelah menyelesaikan masa jabatannya.
Langkah itu diambil karena ia telah kehilangan kepercayaan terhadap pemerintahan yang dipimpin Mahathir.

Dia juga mengaku sulit bekerja sama dengan Mahathir mengingat hubungan keduanya yang sempat tegang terkait penahanan sang ayah. 

Pada 1998, Mahathir menjebloskan Anwar ke penjara dengan tuduhan sodomi setelah memecatnya dari jabatan wakil perdana menteri.
Menanggapi pernyataan itu, sekretaris politik Mahathir, Abu Bakar Yahya menganggap komentar itu Nurul Izzah "kekanak-kanakan, tidak rasional, dan emosional."

Menurutnya, Nurul Izzah seharusnya tak membuat komentar negatif terhadap Mahathir, terutama di hadapan media asing.

"Apa yang telah dilakukan PM dan pemerintah saat ini seharusnya tidak dilihat dalam konteks personal oleh Nurul Izzah, tapi harus dilihat dalam kacamata kepentingan rakyat," ucap Abu Bakar melalui pernyataan.
Abu Bakar yakin bahwa sebagai anggota parlemen dan eks Presiden Partai Keadilan Rakyat, Nurul Izzah tidak lupa posisi Mahathir sebagai PM adalah keputusan bulat dewan pimpinan koalisi Pakatan Harapan (PH).

"Sementara itu, semua keputusan melibatkan administrasi pemerintah diputuskan bersama oleh para menteri kabinet," katanya.

"Saya juga percaya bahwa Nurul Izzah memahami dan mengakui bahwa tanpa Mahathir tidak mungkin PH menang dalam pemilihan umum ke-14 pada Mei lalu dan membentuk pemerintahan yang ada saat ini." (rds/has)