Dua Bulan Tertunda, Sidang Najib Razak Digelar Pekan Depan

CNN Indonesia | Jumat, 29/03/2019 14:31 WIB
Dua Bulan Tertunda, Sidang Najib Razak Digelar Pekan Depan Mantan Perdana Menteri Malaysia sekaligus tersangka skandal korupsi, Najib Razak. (REUTERS/Lai Seng Sin)
Jakarta, CNN Indonesia -- Persidangan kasus korupsi dan pencucian uang dari lembaga 1 Malaysia Development Berhad (1MDB) mantan Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak, yang beberapa kali tertunda dijanjikan akan dimulai pekan depan. Proses peradilan terhadap perkara itu hampir tertunda dua bulan dan membuat masyarakat serta kelompok oposisi di Negeri Jiran geram.

Salah satu tim jaksa penuntut umum dalam perkara itu, V. Sithambaram, menyatakan persidangan Najib akan digelar pada Rabu (3/4) pekan depan. Sebab, hakim pada sidang praperadilan Najib menolak seluruh permohonan tersangka.
"Penuntut umum sudah siap dan kami akan memanggil saksi pada Rabu untuk membeberkan bukti-bukti," kata Sithambaram, seperti dilansir AFP, Jumat (29/3).

Najib dibelit tujuh kasus penyalahgunaan wewenang dan melanggar sumpah dalam dugaan pencucian uang sebesar Rp146 miliar. Duit itu diduga hasil korupsi dari lembaga SRC International Sdn. Bhd., yang terkait dengan 1 Malaysia Development Berhad (1MDB).


Dalam kasus lainnya, Najib diduga melakukan pencucian uang dengan menerima tiga kali transfer terpisah dalam jumlah besar. Masing-masing satu kali sebesar Rp94 miliar dan dua kali sebesar Rp34 miliar.

Uang itu ditampung di rekening pribadi Najib di AmPrivate Banking, yang merupakan bagian dari AmIslamic Bank Bhd.
Akan tetapi, Najib menyatakan tidak bersalah atas seluruh sangkaan. Seharusnya sidang mantan Ketua Partai Organisasi Bangsa Melayu Bersatu (UMNO) itu seharusnya digelar pada 12 Februari lalu. Namun, hal itu urung dilakukan karena Najib mengajukan praperadilan.

Berlarut-larutnya persidangan terhadap Najib membuat pemerintahan PM Mahathir Mohamad dihujat. Sebab, selepas menang pemilu pada 9 Mei 2018, dia berjanji akan memenjarakan Najib.

Jika nanti terbukti bersalah, Najib bisa dipenjara bertahun-tahun atas perbuatannya.

Skandal 1MDB juga diusut oleh sejumlah negara. Antara lain Amerika Serikat, Singapura dan Swiss.

Menurut Kejaksaan Agung AS, aliran dana skandal 1MDB dipakai untuk membeli sejumlah properti dan barang-barang mewah seperti kapal pesiar, karya seni, dan perhiasan.
Istri Najib, Rosmah Mansor, juga menerima aliran dana skandal 1MDB dalam bentuk perhiasan. (ayp/ayp)