Trump Ancam Tutup Perbatasan dengan Meksiko Pekan Depan

CNN Indonesia | Sabtu, 30/03/2019 16:08 WIB
Trump Ancam Tutup Perbatasan dengan Meksiko Pekan Depan Presiden Donald Trump mengancam akan menutup perbatasan AS dengan Meksiko pekan depan jika tak melakukan apapun untuk membendung arus imigran ilegal. (Reuters/Carlos Barria)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Donald Trump mengancam akan menutup perbatasan Amerika Serikat dengan Meksiko pekan depan jika tak melakukan apa pun untuk membendung arus imigran ilegal.

"Jika Meksiko tidak menghentikan segera semua imigrasi ilegal ke Amerika Serikat melalui Perbatasan Selatan, saya akan menutup perbatasan, atau sebagian besar perbatasan, pekan depan," ujar Trump seperti dikutip AFP.
Melanjutkan pernyataannya, Trump berkata, "Ini seharusnya mudah bagi Meksiko, tapi mereka hanya mengambil uang kami dan berbicara."

Menanggapi Trump, Presiden Meksiko, Andres Manuel Lopez-Obrador, mengatakan bahwa ia tidak ingin terbawa ke dalam konfrontasi terkait masalah tersebut.


"Donald Trump memiliki cara pandang sendiri. Saya hanya ingin menegaskan bahwa kami tidak akan bertengkar dengan pemerintah AS. Damai dan cinta," tutur Lopez-Obrador.
Senada dengan Lopez-Obrador, Menteri Luar Negeri Meksiko, Marcelo Ebrard, mengatakan bahwa negaranya tidak akan bertindak berdasarkan ancaman.

"Kami adalah tetangga yang baik. Tanya saja 1,5 juta warga AS yang memilih untuk menyebut negara kami rumah," katanya.

Sebelumnya, Trump juga sudah melontarkan ancaman serupa tanpa menyebut waktu pasti penutupan tersebut.

"Mungkin menutup Perbatasan Selatan. Meksiko tak melakukan apa pun untuk membantu menghentikan arus imigran ilegal ke negara kami. Mereka hanya berbicara tanpa tindakan," kata Trump melalui Twitter.



Sejak dilantik, Trump terus berupaya menerapkan pendekatan keras terhadap imigran ilegal ini karena dianggap membahayakan AS.

Salah satu usulan kontroversialnya adalah pembangunan tembok kuat di sepanjang perbatasan AS dengan Meksiko. 

Karena usulan anggaran pembangunan tembok yang ia ajukan terus ditolak Kongres, Trump akhirnya mendeklarasikan situasi darurat nasional.

Dengan deklarasi darurat nasional, pemerintah dapat memanfaatkan anggaran militer dan dana negara lainnya untuk membangun tembok pembatas di sepanjang perbatasan dengan Meksiko yang situasinya dianggap sudah mendesak. (has/has)