Saudi Hendak Bungkam Anak Khashoggi Dengan Rumah dan Uang

CNN Indonesia | Selasa, 02/04/2019 10:21 WIB
Saudi Hendak Bungkam Anak Khashoggi Dengan Rumah dan Uang Ilustrasi mendiang jurnalis Jamal Khashoggi. (Middle East Monitor/Handout via REUTERS)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kerajaan Arab Saudi dilaporkan memberikan rumah mewah senilai jutaan dolar dan uang saku ribuan dolar per bulan kepada empat anak mendiang jurnalis Jamal Khashoggi. Hal itu diduga dilakukan sebagai upaya untuk membungkam keturunan Khashoggi atas pembunuhan terhadap pewarta itu.

Surat kabar The Washington Post melaporkan, pemberian harta benda itu merupakan bagian dari upaya Saudi melobi anggota keluarga Khashoggi dalam jangka panjang supaya tak buka suara kepada publik.
Menurut surat kabar itu, masing-masing anak Khashoggi mendapatkan satu rumah yang terletak di Jeddah, bernilai hingga US$4 juta (sekitar Rp56,9 miliar).

Dikutip AFP, Selasa (2/4), Salah, anak sulung Khashoggi berencana untuk tetap tinggal di Saudi. Sementara itu, ketiga anak Khashoggi lainnya dikabarkan akan tinggal di Amerika Serikat sehingga rumah-rumah pemberian pemerintah Saudi akan dijual.


Selain properti, anak-anak Khashoggi dilaporkan menerima tunjangan sebesar US$10 ribu (lebih dari sekitar Rp142 juta) setiap bulannya. Pemerintah Saudi disebut bisa memberikan mereka uang yang lebih besar lagi hingga mencapai puluhan juta dolar.

[Gambas:Video CNN]

Khashoggi merupakan wartawan pengkritik Putra Mahkota Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman (MbS), yang dibunuh di gedung konsulat Saudi di Istanbul, Turki, pada 2 Oktober 2018.

Meski sempat membantah, Saudi akhirnya mengakui Khashoggi tewas di dalam konsulatnya. Namun, Riyadh berkeras membantah keterlibatan dalam pembunuhan sadis itu.

Saudi mengklaim bahwa pembunuhan itu dilakukan oleh sejumlah pejabatnya di luar kewenangan mereka.

Sejauh ini, Saudi telah menahan sebelas tersangka yang diduga terlibat insiden tersebut. Namun, otoritas Turki tetap menilai pembunuhan Khashoggi diperintahkan oleh pejabat tinggi Saudi.
Badan Intelijen Pusat Amerika Serikat (CIA) bahkan menyimpulkan MbS lah yang memerintahkan langsung pembunuhan itu.

Pelapor khusus PBB, Agnes Callamard, juga menyimpulkan bahwa Khashoggi di bunuh dalam operasi terencana oleh sejumlah pejabat Saudi. (rds/ayp)