Jelang Pemilu Israel, Pendukung Netanyahu Diduga Tebar Hoaks

CNN Indonesia | Selasa, 02/04/2019 10:55 WIB
Jelang Pemilu Israel, Pendukung Netanyahu Diduga Tebar Hoaks Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu. (REUTERS/Marc Sellem)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sepekan menjelang pemilihan umum Israel, pendukung calon perdana menteri petahana, Benjamin Netanyahu, dilaporkan menebar berita bohong melalui media sosial terhadap lawannya. Temuan itu diungkap berdasarkan hasil penelusuran lembaga swadaya masyarakat yang fokus memantau dunia maya, Big Bots Protect.

Dalam sebuah laporan mereka, Big Bots Protect menyebut akun-akun media sosial pro Netanyahu itu mengunggah berita bohong, pencemaran nama baik, dan rumor untuk menyerang para pesaingnya.

Organisasi itu menemukan lebih dari 130 ribu kicauan dari "ratusan akun palsu" yang sebagian anonim dan tanpa gambar profil. Ratusan akun itu juga disebut tidak menunjukkan terkait langsung dengan partai Netanyahu, Likud.


Salah satu target akun-akun palsu itu adalah seorang wartawan ternama yang dianggap musuh dan pesaing utama Netanyahu dalam pemilu, Benny Gantz. Gantz merupakan mantan jenderal dan ketua partai berhaluan tengah, Partai Biru dan Putih.
Laporan Big Bots Protect memaparkan akun-akun itu menyebarkan kabar bahwa Gantz ialah "seorang pemerkosa". Ratusan akun itu juga mempertanyakan kesehatan mental Gantz.

Seorang juru bicara Partai Biru dan Putih mengatakan para pemimpin partai telah melapor ke polisi terhadap penyebaran berita bohong pemimpinnya itu.

"Ada upaya untuk mencuri pemilu, ada sistem kebohongan di sini. Permainan Netanyahu sedang menghadapi kehancuran," tulis Gantz melalui akun Twitternya seperti dikutip AFP, Selasa (2/4).

Big Bots Protect juga tak menyangkal ada pula "ratusan akun asli" pro-Netanyahu yang mendukung sang PM untuk terpilih kembali dalam pemilu 9 April mendatang.
Netanyahu membantah laporan itu melalui video rekaman yang ditayangkan di YouTube dan Facebook. Ia menganggap itu adalah pendukung daring nyata Partai Likud.

"Satu juta pemilih Likud bukan 'bot'," kata Netanyahu.

Ia mengatakan Likud juga mengeluh kepada polisi atas tuduhan Partai Biru dan Putih.

"Tidak ada yang palsu. Mereka (akun-akun itu) punya nama, mereka punya keluarga. Mereka punya pendapat sendiri, orang-orang mandiri," ucapnya merujuk pada laporan Big Bots Protect.

Netanyahu kembali mencalonkan diri dalam pemilu nanti untuk periode kelima. Ia tetap mengikuti pemilu meski tengah dirundung skandal dugaan korupsi.
Partai Biru dan Putih memang dianggap sebagai salah satu pesaing Likud karena secara konsisten meraih perolehan dukungan suara lebih baik dari pada partai Netanyahu tersebut. (rds/ayp)