Hari Ini, Laporan Kecelakaan Ethiopian Airlines Dirilis

CNN Indonesia | Kamis, 04/04/2019 12:30 WIB
Hari Ini, Laporan Kecelakaan Ethiopian Airlines Dirilis Tim penyelidik Ethiopia akan merilis laporan hasil penyelidikan kecelakaan Ethiopian Airlines pada hari ini, Kamis (4/4). (Reuters/Maheder Haileselassie)
Jakarta, CNN Indonesia -- Tim penyelidik Ethiopia akan merilis laporan hasil penyelidikan kecelakaan Ethiopian Airlines pada hari ini, Kamis (4/4).

"Konferensi pers akan digelar pukul 10.30 (07.30 GMT) untuk mengumumkan laporan awal," ujar juru bicara Kementerian Transportasi Ethiopia, Musie Yehyies.

Sebagaimana dilansir Reuters, laporan awal ini kemungkinan dapat mengungkap bagaimana salah satu perangkat lunak di kokpit pesawat Boeing 737 MAX 8 itu menyala kembali setelah dimatikan oleh pilot saat mencoba operasi penyelamatan.


Dengan demikian, laporan tersebut akan menyoroti letak kesalahan, pada perangkat lunak pesawat atau sumber daya manusia.
Sistem perangkat lunak Boeing 737 MAX 8 itu memang menjadi sorotan karena pesawat jenis tersebut terlibat dalam dua kecelakaan mematikan dalam kurun waktu lima bulan.

Kecelakaan terbaru terjadi di pada Minggu (10/3), ketika pesawat Boeing 737 MAX 8 milik Ethiopian Airlines jatuh tak lama setelah lepas landas dari Addis Ababa, menewaskan 157 orang di dalamnya.

Beberapa bulan sebelumnya, tepatnya Oktober 2018, pesawat jenis sama yang digunakan dalam penerbangan Lion Air JT610 jatuh di Laut Jawa dan menewaskan 189 penumpang dan awak yang dibawa.

[Gambas:Video CNN]

Hingga saat ini, penyebab kecelakaan masih terus diselidiki. Namun, banyak spekulasi beredar bahwa masalah terdapat pada sistem keamanan Boeing 737 MAX 8 yang memaksa moncong pesawat menukik jika ada gejala kekurangan ketinggian.

Boeing dan Badan Aviasi Federal AS (FAA) masih menggodok peningkatan kapasitas perangkat lunak pesawat 737 MAX 8 untuk mengatasi masalah keamanan itu.

Perusahaan Boeing menyatakan bahwa perangkat lunak itu sudah hampir rampung dan kemungkinan akan selesai "dalam beberapa pekan."

Sementara penyelidikan berlangsung, Boeing 737 MAX 8 dilarang di berbagai negara, termasuk Indonesia, Singapura, hingga anggota Uni Eropa. (has/has)