Seperti dilansir Reuters, Rabu (10/4), kabar itu disampaikan oleh sekretaris pribadi Dalai Lama, Tenzin Taklha. Dia mengatakan Dalai Lama sempat mengeluh tidak enak badan dan langsung diterbangkan ke New Delhi untuk diperiksa.
"Diagnosa dokter menyatakan dia mengalami infeksi dada, dan sedang menjalani pengobatan. Kondisinya saat ini stabil. Dia akan dirawat sekitar dua sampai tiga hari," kata Taklha.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemerintah China sampai saat ini masih menganggap peraih Nobel Perdamaian itu sebagai sosok pemuka agama tetapi juga simbol separatis yang berbahaya. Jika Dalai Lama tutup usia, China mengklaim mempunyai hak menunjuk penerusnya.
Dalai Lama yang semakin uzur menyatakan kepada pendukungnya yakin penerusnya ada di India. Dia meminta jangan mempercayai klaim China soal kelanjutan pemegang gelar itu jika dia wafat kelak.
Para pengikutnya juga ketar-ketir tentang siapa yang akan kelak meneruskan pemegang gelar Dalai Lama.
China mengklaim Tibet adalah wilayahnya dan Dalai Lama adalah simbol separatis. Mereka juga menganggap Kerajaan Tibet sebagai wujud feodalisme dan merupakan musuh ideologi komunisme yang dianut Negeri Tirai Bambu.
Pada 2009 sempat pecah kerusuhan di Ibu Kota Lhasa dan sekitarnya. Warga Tibet menyerang dan merusak individu serta entitas bisnis warga China hingga menewaskan 18 orang.
Aksi bakar diri juga kerap dilakukan oleh warga dan pendeta Buddha Tibet sebagai bentuk protes atas pendudukan China, dan meminta Dalai Lama kembali.
[Gambas:Video CNN] (ayp)