FOTO: Suara Dari Pesisir Inggris Soal Kemelut Brexit

Reuters, CNN Indonesia | Kamis, 11/04/2019 15:44 WIB

Jakarta, CNN Indonesia -- Brexit sampai saat ini menjadi persoalan utama di Inggris. Rakyat hanya berharap keputusan yang terbaik dan mengakhir polemik.

Tony McClure (39), nelayan penangkap kerang memilih supaya Inggris keluar dari UE, kini justru khawatir hal itu bisa mengancam pekerjaannya. (REUTERS/Clodagh Kilcoyne)
Uni Eropa memutuskan memperpanjang tenggat Brexit sampai 1 Oktober mendatang. (REUTERS/Clodagh Kilcoyne)
Seorang nelayan perempuan Inggris, Margaret Owen (66) tetap yakin negaranya akan bertahan walau hengkang dari Uni Eropa. (REUTERS/Clodagh Kilcoyne)
Derek Brown (60) pemilik usaha ikan asap Fortune's Kippers yakin produknya bisa bersaing meski negaranya keluar dari Uni Eropa. Dia adalah salah satu leaver (pendukung Brexit). (REUTERS/Clodagh Kilcoyne)
Ron Weatherall (67) yakin keputusannya mendukung Brexit karena ingin negaranya lebih mandiri. Dia merasa biaya hidupnya terlalu tinggi selama Inggris menjadi anggota Uni Eropa. (REUTERS/Clodagh Kilcoyne)
Kathleen Townley (49) berharap bisnis penyewaan DVD miliknya tetap bertahan jika Inggris memutuskan keluar dari Uni Eropa. (REUTERS/Clodagh Kilcoyne)
Sampai saat ini warga Inggris masih terbelah antara pendukung dan penentang Brexit. Ian Clift adalah salah satu yang menolak Brexit. (REUTERS/Clodagh Kilcoyne)
Uni Eropa memberikan waktu enam bulan supaya pemerintah dan parlemen Inggris bisa mengambil keputusan apakah akan keluar dengan atau tanpa kesepakatan (deal or no deal), atau malah batal sama sekali. (REUTERS/Clodagh Kilcoyne)
Perdana Menteri Inggris, Theresa May, diminta menggunakan waktu tambahan itu dengan baik untuk memutuskan soal Brexit. (REUTERS/Clodagh Kilcoyne)
Presiden Prancis, Emmanuel Macron, menolak usul kembali memperpanjang tenggat Brexit. Akan tetapi, Kanselir Jerman, Angela Merkel, mendukung sikap Uni Eropa. (REUTERS/Clodagh Kilcoyne)