Dua Hari Protes di Depan Markas Tentara Sudan, 16 Orang Tewas

CNN Indonesia | Sabtu, 13/04/2019 05:44 WIB
Dua Hari Protes di Depan Markas Tentara Sudan, 16 Orang Tewas Kepolisian Sudan melaporkan setidaknya 16 orang tewas akibat
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepolisian Sudan melaporkan setidaknya 16 orang tewas akibat "tembakan amunisi" di sela demonstrasi di depan markas militer usai kudeta dua hari lalu.

"Enam belas orang tewas dan 20 lainnya terluka karena tembakan amunisi," ujar juru bicara kepolisian Sudan, Hashim Abdelrahim, sebagaimana dikutip AFP.
Ribuan warga Sudan menggelar aksi protes di depan markas tentara sejak, Kamis (11/4), tak lama setelah militer memberlakukan jam malam di tengah kisruh kudeta Presiden Omar al-Bashir.

Jam malam ini diberlakukan tak lama setelah militer mengambil alih pemerintahan di Sudan dengan membentuk Dewan Militer selama dua tahun ke depan.


Indikasi kudeta Bashir mulai menguat ketika Kementerian Pertahanan dan angkatan bersenjata mulai mengerahkan pasukan dan mengepung kediaman presiden. Mereka juga menarik seluruh ajudan presiden.
"Saya mengumumkan atas nama Menteri Pertahanan telah melengserkan rezim dan menahan presiden di tempat aman," kata Menteri Pertahanan Sudan, Awad Ibnouf.

Kudeta dilakukan setelah gelombang unjuk rasa untuk menuntut Bashir mundur kian gencar sejak pekan lalu.

Setelah Bashir turun, angkatan bersenjata mengerahkan pasukan untuk berjaga-jaga di Ibu Kota, Khartoum. Namun, mereka tidak menghentikan massa yang turun ke jalan merayakan kejatuhan Bashir.

[Gambas:Video CNN]

Kelompok pegiat Sudan, Asosiasi Profesional Sudan (SPA), meminta militer segera menyerahkan kekuasaan kepada rakyat untuk membentuk pemerintahan peralihan.

"Kami tidak menerima pemerintah saat ini melanjutkan pemerintah, atau membiarkan militer mengisi kekuasaan," kata juru bicara SPA, Elmuntasir Ahmed. (has/has)