"Meskipun tinggal jauh dari tanah air, saya senang dapat menggunakan hak pilih saya untuk menentukan masa depan Bangsa Indonesia yang lebih baik 5 tahun ke depan," kata seorang WNI di tempat pemungutan suara di KBRI Amman, seperti dilansir Antara.
WNI yang enggan ditulis namanya itu bekerja di Kota Ma'an, yang berjarak sekitar 200 kilometer dari ibu kota Amman. Dia harus menempuh perjalanan selama dua jam untuk mencoblos.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Panitia Penyelenggaraan Pemungutan Suara Luar Negeri (KPPSLN) terdiri atas unsur KBRI, mahasiswa, dan masyarakat Indonesia di Yordania.
Berdasarkan catatan KPPPSLN Yordania, terdapat 1.032 WNI yang terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap Luar Negeri (DPTLN) di wilayah Yordania dan Palestina.
Dari jumlah pemilih dalam DPT, tercatat 553 pemilih yang telah menggunakan suaranya, baik melalui TPS, kotak suara keliling (KSK) maupun pos. Dengan demikian, partisipasi pemilih dalam pemilu ini mencapai lebih 50 persen dari DPT sesuai yang ditargetkan KPU Pusat.
"Penetapan pencoblosan tanggal 12 April di Yordania dilakukan dengan mempertimbangkan jadwal hari libur akhir pekan yang jatuh pada hari Jumat, sehingga WNI lebih leluasa untuk datang ke TPS", demikian disampaikan Ketua PPLN Amman, Miftah Nafid Firdaus.
Pada 10 April, KPPPSLN Yordania telah melangsungkan pemungutan suara melalui kotak suara keliling (KSK) di wilayah kota Aqaba. Untuk menjangkau pemilih yang tidak terjangkau oleh TPS dan KSK, termasuk WNI yang berada di wilayah Palestina, KPPSLN juga memfasilitasi pemungutan suara melalui pos.
[Gambas:Video CNN]
"KBRI Amman akan terus mendukung Panitia Pemilu di Yordania untuk menyelenggarakan rangkaian Pemilu secara tertib dan damai hingga proses penghitungan suara tanggal 17 April mendatang," kata Dubes RI di Amman, Andy Rachmianto. (antara/ayp)