Polisi Afsel Temukan 167 Cula Badak yang Akan Dikirim ke Asia

CNN Indonesia | Senin, 15/04/2019 05:33 WIB
Polisi Afsel Temukan 167 Cula Badak yang Akan Dikirim ke Asia Ilustrasi (REUTERS/Baz Ratner)
Jakarta, CNN Indonesia -- Polisi Afrika Selatan (Afsel) menemukan 167 cula badak yang diyakini akan dikirim ke Asia, Minggu (14/4). Dalam penangkapan itu polisi mengamankan dua tersangka dalam operasi dadakan di provinsi Barat Laut. Keduanya ditangkap sejak Sabtu (13/4) setelah kepolisian mendapat informasi bahwa ada mobil yang mengangkut cula badak.

Ini adalah salah satu tangkapan cula badak terbesar dalam sejarah di negara itu, menurut unit polisi elit yang dikenal sebagai Hawks, yang tengah menyelidiki jenis kejahatan khusus itu.

"Kami menangkap mereka pada Sabtu di daerah bendungan Hartbeespoort. Mereka sedang mengendarai kendaraan ketika dicegat petugas," kata juru bicara Hawks, brigadir Hangwani Mulaudzi kepada AFP.


"Ini adalah operasi yang digerakkan berdasarkan keterangan intelijen yang berlanjut dengan penangkapan kedua tersangka. Mereka menjadi pemilik 167 cula badak itu," katanya, seraya menambahkan "itu adalah salah satu (tangkapan) yang terbesar".

Para tersangka yang masing-masing berusia 57 dan 61 tahun itu diperkirakan akan muncul di pengadilan kota Brits pada hari Senin. Polisi mengatakan cula badak bernilai mahal itu ditujukan untuk pasar Asia Tenggara.

Permintaan cula badak terutama didorong oleh konsumen di Cina dan Vietnam. Sebab, cula badak di dua negara ini direkomendasikan oleh beberapa praktisi pengobatan tradisional sebagai bahan yang punya efek penyembuhan ajaib.

Pada kenyataannya cula badak tak lain adalah lubang hidung badak yang mengandung keratin, protein yang serupa dengan yang ada di rambut dan kuku manusia.

Tapi di pasar ini, harga cula badak bisa mencapai US$ 60.000 per kilogram. Sehingga tak heran jika cula ini memicu jaringan kejahatan transnasional yang menguntungkan yang telah menghancurkan populasi badak dalam beberapa dekade terakhir.

Afrika Selatan merupakan rumah bagi sekitar 80 persen populasi badak dunia. Sebagai tempat populasi badak terbesar, negara ini mendapat serangan perburuan badak ilegal terparah. Pada tahun 2018, 769 badak diburu di Afrika Selatan saja. Lebih dari 7.100 hewan telah dibunuh selama dekade terakhir. (AFP/eks)