Polisi New York Bekuk Pria yang Bawa Bensin ke Katedral

CNN Indonesia | Jumat, 19/04/2019 00:49 WIB
Polisi New York Bekuk Pria yang Bawa Bensin ke Katedral Ilustrasi. (Istockphoto/BrianAJackson)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepolisian New York (NYPD) menahan seorang pria yang kedapatan membawa sekaleng bensin dan pemantik api ke dalam Katedral St. Patrick pada Rabu (17/4), dua hari setelah insiden kebakaran di Katedral Notre-Dame, Paris.

Komisioner NYPD, John Miller, mengatakan bahwa pria yang ditangkap itu memang mengakui ia membawa sekaleng bensin ke dalam katedral.
Namun, pria itu berdalih itu memotong jalan melalui katedral sambil membawa bensin karena terburu-buru untuk mengisi bahan bakar mobilnya yang sedang mogok.

Meski demikian, menurut Miller, keterangan dari pria itu "tidak konsisten dan terkesan mengelak dari sesuatu."


"Kami tak tahu pola pikirnya seperti apa, motifnya apa," ucap Miller sebagaimana dikutip AFP.
Miller kemudian menceritakan bahwa pria itu sempat berhadapan langsung dengan petugas keamanan katedral. Petugas tersebut mengatakan bensin itu tidak boleh dibawa masuk ke dalam gedung.

"Saat itu, sejumlah bensin sudah tercecer di atas lantai ketika ia berputar," tutur Miller.

[Gambas:Video CNN]

Ketika alarm tanda bahaya dibunyikan, petugas dari biro kontra-terorisme NYPD langsung menangkap pria tersebut dan menginterogasinya.

"Cerita awalnya adalah dia mengaku memotong jalan melalui katedral karena mobilnya habis bensin. Kami melihat kendaraannya, tidak kehabisan bahan bakar, dan saat itu juga kami menahannya," katanya.

Katedral St. Patrick's sendiri merupakan salah satu peninggalan sejarah berharga di AS. Dibangun pada 1858 dan sempat tertunda karena perang sipil, katedral itu akhirnya berdiri megah pada 1878. (has/has)