Notre-Dame Terbakar, Gereja Seluruh Prancis Bunyikan Lonceng

CNN Indonesia | Kamis, 18/04/2019 17:05 WIB
Notre-Dame Terbakar, Gereja Seluruh Prancis Bunyikan Lonceng Ilustrasi kebakaran gereja Notre-Dame di Paris, Prancis. (REUTERS/Benoit Tessier)
Jakarta, CNN Indonesia -- Lonceng katedral di seluruh Prancis dibunyikan pada Rabu (17/4) kemarin, sebagai bentuk keprihatinan atas kebakaran yang menghanguskan Gereja Notre-Dame di Paris pada awal pekan ini.

Sejumlah gereja membunyikan lonceng-loncengnya pada Rabu malam waktu setempat, bertepatan dengan ketika api meluluhlantakkan sebagian bangunan Notre-Dame yang berusia 850 tahun itu.
Konferensi Waligereja Prancis juga memaparkan semua lonceng katedral nasional akan berbunyi sebagai bentuk "solidaritas untuk keuskupan Paris."

"Katedral kami tercinta sedang tumbang, tetapi dia akan hidup lagi . Itu akan bangkit kembali," kata Uskup Agung Paris, Michel Aupetit, dalam misa di gereja Saint-Sulpice.


Basilika Notre-Dame de la Garde Marseille menjadi salah satu gereja di Prancis yang juga mendentangkan loncengnya sekitar pukul 18.50 waktu setempat.

Kebakaran Notre-Dame sangat menggemparkan dunia. Sebab, gereja itu merupakan salah satu situs warisan dunia UNESCO yang juga menjadi saksi bisu Perang Dunia II.
Presiden Prancis Emmanuel Macron berkomitmen untuk membangun kembali Notre-Dame dalam waktu lima tahun.

Prancis membuka peluang bagi arsitek dunia mengajukan proposal desain bangunan untuk menggantikan menara katedral yang runtuh.

Meski begitu, Perdana Menteri Prancis Edouard Philippe mengatakan belum ada keputusan apakah menara Notre-Dame akan dibangun dengan desain yang sepenuhnya baru atau tetap mengikuti model lama abad ke-19.

Philippe menjelaskan dunia internasional yang akan memutuskan apakah Notre-Dame harus membangun sebuah menara baru.

[Gambas:Video CNN]

"Kontes internasional yang akan menjawab pertanyaan apakah kami harus membangun menara baru, apakah harus membangun kembali menara yang dirancang dan dibangun oleh Eugene Viollet-Le-Duc, dengan cara yang sama, atau apakah kita harus memberikan Notre-Dame menara baru yang disesuaikan dengan teknik dan zaman kita," kata Philippe.

Dia menggambarkan tugas membangun kembali Notre-Dame adalah "tantangan besar dan tanggung jawab bersejarah" bagi Prancis. (rds/ayp)