OKI Anggap Indonesia Berhasil Gelar Pemilu Damai

Tim, CNN Indonesia | Jumat, 19/04/2019 12:06 WIB
OKI Anggap Indonesia Berhasil Gelar Pemilu Damai Ilustrasi penghitungan surat suara Pemilu 2019 yang dilaksanakan di luar negeri. (dok. KBRI Madrid)
Jakarta, CNN Indonesia -- Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) memberikan ucapan selamat kepada rakyat Indonesia karena berhasil menggelar pemilihan umum atau Pemilu 2019 secara damai dan terbuka.

Sekretaris Jenderal OKI Yousef Al-Othaimeen menganggap pemerintah bersama rakyat Indonesia berhasil menunjukkan kedewasaan dan rasa tanggung jawab yang besar melalui gelaran lima tahunan ini.

"Sekjen OKI Al-Othaimeen dengan ini memberikan selamat kepada rakyat dan pemerintah Indonesia atas keberhasilan pelaksanaan pemilu dan memuji rasa kedewasaan dan tanggung jawab besar yang ditunjukkan masyarakat Indonesia melalui pemilihan ini," bunyi pernyataan OKI melalui situs resminya, Jumat (18/4).


Sama seperti sejumlah negara dan organisasi internasional lain, asosiasi beranggotakan 57 negara itu turut mengirimkan misi pemantauan pemilu (EOM) ke Indonesia untuk mengawasi Pemilu pada Rabu (17/4) kemarin.


OKI dalam misinya tersebut 'mencatat dengan puas' bahwa Pemilu kemarin dilakukan secara terbuka, damai, dan tertib sesuai dengan aturan Indonesia dan norma-norma yang diterima secara internasional.

"OKI sepenuhnya yakin bahwa keberhasilan Pemilihan Umum 2019 akan berkontribusi lebih lanjut untuk memperkuat praktik dan kelembagaan demokratis demi pembangunan dan kemakmuran negara dan rakyatnya," lanjut OKI.

Tak hanya di dalam negeri, Pemilu 2019 kemarin juga turut disorot media internasional.

Sebagian dari media asing yang mewartakan pesta demokrasi nasional kemarin bahkan menggadang-gadang bahwa Pemilu Indonesia kali ini menjadi yang terbesar dalam sejarah.


Pemilu Indonesia kali ini memang berbeda dari sebelumnya, lantaran untuk pertama kalinya pemungutan suara dilakukan secara serentak untuk memilih presiden dan wakil presiden, anggota DPR RI, anggota DPRD provinsi, anggota DPRD kabupaten/kota dan anggota DPD.

Proses pemilu serentak ini merupakan yang pertama kali dilakukan Indonesia. Sebanyak 192,8 juta warga tercatat sebagai pemilih.

Sebanyak 810.0329 tempat pemungutan suara (TPS) dibuka di seluruh penjuru negeri dan dijaga oleh 7,2 juta orang panitia pemilu. Jumlah panitia tersebut melebihi penduduk Singapura yang hanya 5,6 juta.

[Gambas:Video CNN] (rds/rea)