"Pemerintah dan rakyat Indonesia menyampaikan duka cita mendalam kepada korban dan keluarga korban," tulis keterangan resmi Kementerian Luar Negeri.
Saat ini, Kedutaan Besar RI di Kolombo, mengaku terus memantau perkembangan situasi dan telah berkoordinasi dengan otoritas keamanan, rumah sakit, dan perhimpunan WNI setempat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Ledakan Ke 8 Terjadi di Sri Lanka |
"Pemerintah Indonesia meyakini Pemerintah Sri Lanka dapat mengatasi situasi dengan baik, dan juga bersedia memberikan bantuan yang diperlukan," tulis Kementerian Luar Negeri.
Pemerintah juga mengimbau agar WNI di Sri Lanka untuk tetap waspada dan berhati-hati serta mengikuti arahan dari otoritas keamanan setempat.
Bagi keluarga dan kerabat yang membutuhkan informasi lebih lanjut dan bantuan konsuler, dapat menghubungi hotline KBRI Kolombo +94772773127.
Diketahui, sedikitnya 8 ledakan yang diduga bom menyerang gereja dan hotel, serta sejumlah tempat di Sri Lanka. Sumber dari kepolisian setempat menyebut 156 korban meninggal dunia, termasuk 35 warga asing.
Lihat juga:FOTO: Bom Guncang Paskah di Sri Lanka |
Sumber dari rumah sakit setempat mengatakan warga asing yang menjadi korban berkewarganegaraan, antara lain Amerika Serikat, Inggris, dan Belanda.
Sementara itu, ratusan orang lainnya menjadi korban luka-luka dan dilarikan ke rumah sakit. "Rapat darurat dalam beberapa menit. Operasi penyelamatan sedang berlangsung," jelas Menteri Reformasi Ekonomi dan Distribusi Publik Sri Lanka Harsha de Silva melalui akun Twitter resminya.
[Gambas:Video CNN] (bir)