Kemlu Bantah Pelaku Teror Bom Sri Lanka Adalah WNI

CNN Indonesia | Selasa, 23/04/2019 12:27 WIB
Kemlu Bantah Pelaku Teror Bom Sri Lanka Adalah WNI Ilustrasi Gedung Kementerian Luar Negeri Indonesia. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Luar Negeri RI menyatakan pelaku pengeboman di Hotel Shangri-La, Kolombo, pada akhir pekan lalu bukan warga Indonesia, melainkan warga Sri Lanka. Hal ini mengklarifikasi kabar keterlibatan WNI dalam serangan teror itu.

"Kedutaan Besar RI di Kolombo telah melakukan komunikasi langsung dengan otoritas keamanan Sri Lanka dan memperoleh informasi bahwa nama (pelaku) yang benar adalah Insan Seelawan, warga negara Sri Lanka," kata Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kemlu RI, Lalu Muhamad Iqbal, melalui pesan singkat, Selasa (23/4).

Pernyataan itu diutarakan Iqbal mengklarifikasi kabar tentang dugaan keterlibatan WNI dalam delapan serangan bom beruntun di Sri Lanka pada perayaan Hari Paskah, Minggu (21/4) pekan lalu.


Kabar itu mulai simpang siur setelah salah satu media lokal merilis nama pelaku pengeboman di Hotel Shangri-La yang telah teridentifikasi bernama Insan Setiawan. Hotel Shangri-La menjadi salah satu hotel yang menjadi sasaran dalam serangan paling mematikan dalam satu dekade terakhir itu.
Dalam artikel itu tidak disebutkan kewarganegaraan pelaku tersebut. Namun, spekulasi mulai muncul bahwa pelaku itu adalah WNI lantaran nama belakangnya yang identik dengan nama umum bagi laki-laki Indonesia.

Namun, Iqbal mengklarifikasi bahwa kemungkinan telah terjadi salah penulisan nama pelaku bom oleh media-media lokal di sana.

Istri dan anak-anak Insan tewas meledakkan diri ketika hendak ditangkap oleh polisi. Sang adik juga melakukan hal yang sama ketika hendak ditangkap, dan menewaskan tiga polisi.

Sejauh ini, ada 310 orang tewas dalam serangan bom beruntun di tiga kota itu.
Juru bicara Kepolisian Sri Lanka, Ruwan Gunasekera, mengatakan beberapa di antara korban tewas itu sempat kritis karena luka serius, lalu meninggal.

Selain memakan korban tewas, sedikitnya 500 orang ikut terluka dalam serangan bom yang terjadi di delapan tempat terpisah pada Minggu (21/4) pekan lalu itu.

Sejauh ini, KBRI di Kolombo menyatakan tidak ada WNI yang menjadi korban tewas maupun luka dalam insiden itu.

Gunasekera mengatakan sejauh ini ada 40 orang yang telah ditangkap kepolisian lantaran diduga terlibat serangan bom beruntun tersebut.

[Gambas:Video CNN]

Meski belum ada kelompok yang mengklaim, pemerintah Sri Lanka meyakini serangan paling mematikan selama satu dekade terakhir itu dilakukan oleh kelompok ekstremis setempat, Jemaah Tauhid Nasional (NTJ). (rds/ayp)