AS Ancam Sanksi Importir Minyak, Iran Tawarkan Tukar Tahanan

CNN Indonesia | Kamis, 25/04/2019 10:39 WIB
AS Ancam Sanksi Importir Minyak, Iran Tawarkan Tukar Tahanan Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif. (REUTERS/Lucas Jackson)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ancaman Amerika Serikat yang akan menjatuhkan sanksi terhadap negara-negara yang masih mengimpor minyak dari Iran mendapat tanggapan. Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif, mengajukan pertukaran tahanan atau jika tidak maka AS akan menghadapi konsekuensi atas keputusan itu.

"Kami yakin Iran akan terus menjual minyak. Kami akan terus mencari pembeli minyak dan akan terus menggunakan Selat Hormuz sebagai jalur aman untuk penjualan minyak kami," kata Zarif di New York, AS, seperti dilansir Reuters, Kamis (25/4).
Presiden AS, Donald Trump, memutuskan memberi tenggat hingga 2 Mei supaya negara-negara lain tidak membeli minyak dari Iran. Jika nekat, maka mereka akan dijatuhi sanksi. Selama ini ada delapan negara di Asia yang menjadi pelanggan minyak Iran, walau mengimpor dalam jumlah terbatas.

"Jika AS mengambil langkah sinting untuk menghalangi kami melakukan itu, maka mereka harus siap dengan konsekuensinya," ujar Zarif.


Zarif menyatakan ancaman AS hanya akal-akalan Trump dan penasihat keamanannya, John Bolton, dan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, untuk menggulingkan rezim berkuasa saat ini.
Zarif menawarkan jalan tengah supaya AS tidak menjatuhkan sanksi terhadap negara-negara yang membeli minyak dari mereka. Dia menyatakan Iran siap melakukan pertukaran tahanan, yakni seorang relawan keturunan Inggris-Iran, Nazanin Zaghari-Ratcliffe, yang sudah ditahan sejak tiga tahun lalu.

Zarif meminta jika Nazanin dibebaskan, maka dia mensyaratkan seorang warga Iran yang ditahan di Australia atas permintaan AS hingga melahirkan di penjara juga dilepaskan.

Menurut Zarif, dia sudah menawarkan hal ini enam bulan lalu, tetapi belum ada tanggapan sampai saat ini. Sebab, dia yakin kedua belah pihak menganggap kasus yang dituduhkan kepada dua perempuan itu dibuat-buat. Di sisi lain, Zarif meminta AS lebih baik bekerja sama dengan Iran untuk memulihkan kondisi Irak dan mengawal proses perdamaian di Afghanistan.
"Saya menawarkan ini sekarang, mari tukar tahanan. Saya siap dan berwenang melakukannya," kata Zarif. (ayp/ayp)