Penembakan di Sekolah Colorado, Satu Murid Tewas

CNN Indonesia | Rabu, 08/05/2019 10:02 WIB
Penembakan di Sekolah Colorado, Satu Murid Tewas Ilustrasi penembakan. (Istockphoto/Paul Bradbury)
Jakarta, CNN Indonesia -- Seorang siswa tewas dan tujuh lainnya terluka akibat penembakan yang terjadi di Science, Technology, Engineering and Math (STEM) School, Colorado, Amerika Serikat pada Selasa (7/5).

Sheriff Douglas County, Tony Spurlock, memaparkan dua pelaku yang juga pelajar di sekolah itu masuk ke gedung sekolah sambil menenteng pistol. Tak lama keduanya melepaskan tembakan tak terarah di dalam dua kelas terpisah.

Spurlock menuturkan seorang siswa berusia 18 tahun tewas di tempat kejadian, sementara beberapa murid lainnya yang terluka masih dalam kondisi kritis dan tengah mendapat perawatan.


"Dua orang berjalan masuk ke dalam gedung STEM dan melakukan tembakan di dua lokasi terpisah," kata Spurlock.
Kedua pelaku diidentifikasi sebagai siswa STEM berusia dewasa dan di bawah 18 tahun.

Dikutip Reuters, STEM adalah sekolah terpadu terdiri dari tingkat taman kanak-kanak (TK) hingga SMA.

Spurlock menuturkan kepolisian langsung mendatangi lokasi kejadian dua menit setelah mendapat laporan penembakan. Aparat, paparnya, langsung menangkap para tersangka.

Fernando Montoya, ayah dari salah satu korban, menuturkan sang anak ditembak sebanyak tiga kali dalam insiden itu.

Montoya memaparkan sang anak memberitahunya bahwa seorang temannya masuk ke ruang kelas dan melepaskan tembakan dengan pistol.

"Dia mengatakan seorang pria mengeluarkan pistol dari kotak gitar dan mulai menembak," kata Montoya kepada stasiun televisi afiliasi ABC, Denver 7.
Polisi lantas mendatangi sebuah rumah di pinggiran kota Denver yang hanya berjarak 3,2 kilometer dari STEM. Rumah itu diyakini tempat tinggal salah satu pelaku penembakan.

Hingga kini, aparat menolak untuk menjelaskan kemungkinan motif penembakan tersebut. Kepolisian menganggap masih terlalu dini untuk menyimpulkan penyelidikan yang dibantu oleh Biro Investigasi Federal (FBI).

Penembakan ini terjadi kurang dari sebulan setelah peringatan 20 tahun penembakan Sekolah Menengah Atas Columbine di Litteton. Pada 1999, dua siswa Columbine menembak 13 temannya di sekolah itu kemudian bunuh diri.

Peristiwa penembakan itu menjadi yang paling mematikan dalam sejarah Negeri Paman Sam.

Gubernur Colorado, Jared Polis memaparkan dia telah mengerahkan aparat keamanan tambahan ke lokasi kejadian.

[Gambas:Video CNN]

"Kami mengerahkan semua sumber daya keamanan publik untuk membantu kepolisian dalam upaya mereka mengamankan lokasi dan mengevakuasi para siswa," tulis Polis melalui Twitternya.

Gedung Putih menyampaikan duka cita atas penembakan tersebut. Presiden Donald Trump dikabarkan telah diberitahu mengenai kejadian ini. (rds/ayp)