Kelompok Nasionalis Wales Desak Kemerdekaan dari Inggris

CNN Indonesia | Senin, 13/05/2019 05:45 WIB
Kelompok Nasionalis Wales Desak Kemerdekaan dari Inggris Ilustrasi pendukung kesebelasan Wales yang memegang bendera negeri dalam Piala Dunia 2018. (REUTERS/Carl Recine)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ribuan orang dari kelompok nasional berunjuk rasa di Cardiff mendesak Wales merdeka. Namun, dari hasil jajak pendapat terkini, hanya 12 persen penduduk setempat yang menghendaki berpisah dari Kerajaan Inggris.

Seperti dilansir The Guardian, Minggu (12/5), dalam unjuk rasa itu para demonstran menyanyikan lagu kebangsaan Wales, Hen Wlad Fy Nhadau. Beberapa dari mereka menyatakan adalah pendukung kemerdekaan dari Inggris sejak lama.
Lainnya menyatakan mereka mendukung ide itu karena polemik Brexit dan sepakat dengan penghematan anggaran. Menurut Ketua Partai Plaid Cymru, Adam Price, selama ini pemerintah Inggris tidak memperhatikan rakyat Wales.

"Selama puluhan tahun Westminster (pusat pemerintahan Inggris) mengabaikan kami yang berujung kepada kemiskinan dan permodalan yang minim. Sepertiga anak-anak kami hidup relatif miskin dan kalian hanya mengurus kemelut Brexit yang memperlihatkan mereka tidak cakap memerintah atau mewakili Wales," kata Price.


"Selama bertahun-tahun, angan-angan kami untuk merdeka seperti makin jauh. Namun, kami melihat gelombang itu berbalik, gerakan semakin tumbuh dan aspirasi kami semakin keras," ujar Price.

Wales adalah sebuah negeri di sebelah barat daya yang menjadi bagian dari Inggris. Lebih dari 500 ribu penduduknya adalah penutur bahasa ganda, Inggris dan Wales.
Llywelyn ap Gwilym, juru bicara gerakan nasionalis Wales, All Under One Banner Cymru, menyatakan perdebatan seputar masa depan Wales semakin gencar sejak mereka jajak pendapat Brexit.

"Sejumlah kelompok meyakini Wales dan seluruh penduduknya harus mempunyai masa depan yang lebih baik sebagai bangsa merdeka di luar Inggris. Desakan tentang kemerdekaan itu wajar," kata Llywelyn. (ayp/ayp)