Israel Khawatir Diserang Jika Hubungan AS-Iran Terus Memanas

CNN Indonesia | Selasa, 14/05/2019 03:34 WIB
Israel Khawatir Diserang Jika Hubungan AS-Iran Terus Memanas Ilustrasi bendera Israel. (AFP PHOTO / THOMAS COEX)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Energi Israel, Yuval Steinitz, memperingatkan risiko serangan langsung atau melalui perpanjangan tangan (proxy) dari Iran terhadap negaranya, jika pertikaian Teheran dengan Amerika Serikat terus meruncing. AS saat ini menerapkan sanksi tambahan yang dibalas Iran dengan gertakan akan mundur dari kesepakatan penghentian program senjata nuklir yang diteken empat tahun lalu.

"Jika ada semacam perseteruan besar antara Iran dan Amerika Serika, antara Iran dan tetangga-tetangganya, saya tidak mengesampingkan kemungkinan bahwa mereka (Iran) akan mengaktifkan Hizbullah dan Jihad Islam di Gaza, atau bahkan mereka akan mencoba menembakkan rudal dari Iran ke Israel," kata Steinitz kepada Ynet TV, Minggu (12/5).
Steinitz merupakan anggota kabinet keamanan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu. Pernyataan itu diutarakan merespons hubungan Iran dan AS yang kembali memanas setelah Presiden Hassan Rouhani mengancam akan melanjutkan program senjata nuklir.

Rouhani menegaskan akan melanjutkan pengayaan uranium jika negara penandatangan perjanjian nuklir 2015 tak membela Teheran dari sanksi Amerika Serikat.


Melalui pidato di stasiun televisi nasional, Rouhani pada pekan lalu melontarkan langsung ancaman tersebut kepada negara-negara yang menandatangani kesepakatan nuklir JCPOA, yakni Inggris, Prancis, Jerman, China, Rusia, dan Uni Eropa.
Rouhani memberikan waktu 60 hari bagi pihak-pihak itu untuk berjanji melindungi sektor minyak dan perbankan Iran di tengah sanksi AS.

Sementara itu, AS terus memperketat sanksi terhadap Iran setelah Presiden Donald Trump menarik diri dari JCPOA pada tahun lalu.

Trump pada Kamis lalu juga mendesak Iran menghentikan program nuklirnya jika tidak ingin berkonfrontasi secara militer dengan Negeri Paman Sam.
Sementara itu, Netanyahu mendukung sikap keras Trump terhadap Iran, yang merupakan musuh bebuyutannya di kawasan.

Militer Israel menolak berkomentar ketika ditanyai apakah mereka membuat persiapan khusus menghadapi kemungkinan ancaman muncul terkait ketegangan antara Iran-AS.

[Gambas:Video CNN] (rds/ayp)