Anggaran Pendidikan Disunat, Mahasiswa Brasil Demo Besar

CNN Indonesia | Kamis, 16/05/2019 14:39 WIB
Anggaran Pendidikan Disunat, Mahasiswa Brasil Demo Besar Demonstrasi mahasiswa dan pelajar Brasil menentang pemotongan anggaran pendidikan. (REUTERS/Amanda Perobelli)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ratusan ribu siswa dan guru di Brasil melakukan unjuk rasa besar-besaran pada Rabu (15/5). Aksi ini dilakukan sebagai respons atas serangkaian pemotongan anggaran pendidikan oleh Presiden Jair Bolsonaro yang menjabat sejak 1 Januari lalu.

Pemotongan anggaran itu mencapai 30 persen dari total subsidi perguruan tinggi negeri. Sejumlah akademisi berpendapat pemotongan tersebut akan membahayakan kegiatan kerja universitas serta mengancam akan melumpuhkan mereka, seperti dilansir AFP, Kamis (16/5).
Akibat unjuk rasa itu, sejumlah kelas di beberapa universitas negeri dan sekolah menengah di 27 negara bagian Brasil terpaksa dihentikan sementara. Para demonstran berbondong-bondong memenuhi jalan di sejumlah kota besar di Brasil, termasuk Sao Paulo, Rio de Janeiro, dan Belo Horizonte.

"Kelas hari ini diadakan di jalan," tulisan di salah satu spanduk. Para demonstran juga menyerukan: "Hentikan pemotongan atau kami menghentikan Brasil."


Sementara itu, Bolsonaro menyebut para demonstran sebagai "idiot yang dimanipulasi oleh kaum minoritas ahli dan telah menjadi jantung dari universitas-universitas negeri di Brasil." Ia beserta putranya, Eduardo Bolsonaro, juga menuduh para militan sayap kiri, termasuk Partai Buruh, yang menjadi dalang aksi demonstrasi tersebut.

Tak sedikit dari para demonstran merasa tersinggung dengan ucapan Bolsonaro.
"Kami ada di sini untuk berjuang bagi Brazil untuk tetap menyediakan pengetahuan. Tanpa uang, tidak ada pengetahuan," ujar Moura yang adalah seorang peneiliti.

"Sayangnya, pendidikan bukanlah prioritas. Karena itu saya berada di sini hari ini untuk membela pendidikan publik," tegas Alessandro Roscoe, seorang penulis yang ikut serta dalam protes di Brasilia.

Bolsonaro tetap mempertahankan kebijakannya dengan melakukan pembelaan bahwa ia telah mewarisi "Brasil yang hancur secara ekonomi." Ia menambahkan bahwa pemotongan anggaran tersebut "lebih rendah dari yang diperkirakan."
Menteri Pendidikan, Abraham Weintraub, juga berkeras pemerintah tidak bertanggung jawab atas terganggunya pendidikan dasar di Brasil terkait aksi demonstrasi itu. Ia memperingatkan bahwa kemandirian universitas bukanlah kedaulatan dan kampus harus menghargai undang-undang. (ajw/ayp)