Sebulan Bom Paskah, Umat Katolik Sri Lanka Gelar Doa Bersama

CNN Indonesia | Selasa, 21/05/2019 17:10 WIB
Sebulan Bom Paskah, Umat Katolik Sri Lanka Gelar Doa Bersama Ratusan warga Katolik menggelar doa bersama di luar Gereja St Anthony, Sri Lanka, guna memperingati satu bulan serangan bom beruntun pada Hari Paskah lalu. (Reuters/Dinuka Liyanawatte)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ratusan warga Katolik menggelar doa bersama di luar Gereja St Anthony, Kolombo, Sri Lanka, pada Selasa (21/5) guna memperingati satu bulan serangan bom beruntun yang merenggut lebih dari 200 nyawa pada Hari Paskah lalu.
 
Para umat terlihat khusyuk menyalakan lilin dan memanjatkan doa meski gereja yang dibangun pada 1740 itu masih dalam proses perbaikan usai teror pada 21 April lalu.
Kepolisian terlihat melakukan penjagaan ketat di sekitar gereja sepanjang acara peringatan berlangsung.
 
Selain St Anthony, dua gereja lainnya dan sejumlah hotel mewah juga menjadi sasaran pengeboman yang diklaim oleh kelompok militan ISIS tersebut.
 
Acara peringatan ini bertepatan dengan pembukaan kembali sebagian sekolah Katolik setelah libur Paskah diperpanjang usai teror tersebut.

[Gambas:Video CNN]

Sekolah-sekolah Katolik ini kembali dibuka setelah Panglima Militer Sri Lanka, Mahesh Senanayake, menginformasikan bahwa pasukan keamanan menjamin para murid tidak akan menjadi target kelompok militan ISIS.
 
Presiden Sri Lanka, Maithripala Sirisena juga berjanji akan memerangi ISIS yang disebut sebagai dalang insiden pengeboman ini.


(ajw/has)