Trump Desak Intel Kooperatif Selidiki Spionase Tim Kampanye

CNN Indonesia | Jumat, 24/05/2019 14:45 WIB
Trump Desak Intel Kooperatif Selidiki Spionase Tim Kampanye Presiden Donald Trump memerintahkan komunitas intelijen bersikap kooperatif untuk menyelidiki dugaan spionase terhadap tim kampanyenya pada pemilu 2016 lalu. (Reuters/Leah Millis)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Donald Trump memerintahkan komunitas intelijen "bersikap kooperatif sepenuhnya" untuk menyelidiki dugaan spionase terhadap tim kampanyenya pada pemilihan umum Amerika Serikat tahun 2016 lalu.

Menurut Trump, pengawasan yang disetujui pengadilan terhadap tim kampanyenya guna menyelidiki dugaan kolusi dengan Rusia sama dengan tindakan "memata-matai."

"Presiden Donald Trump mengarahkan komunitas intelijen bekerja sama secara kooperatif sepenuhnya dengan penyelidikan Jaksa Agung dalam pengawasan selama pemilihan presiden 2016 lalu," kata juru bicara Gedung Putih Sarah Sanders melalui sebuah pernyataan, Kamis (24/5).
Jaksa Agung, Bill Barr, memang tengah melakukan peninjauan kembali penyelidikan Biro Investigasi Federal (FBI) terhadap tim kampanye Trump yang dipimpin jaksa khusus Robert Mueller.


Barr tengah menyelidiki apakah penyelidikan yang bertujuan membuktikan Trump berkolusi dengan Rusia dalam pilpres 2016 lalu itu bisa dibenarkan.

Sanders mengatakan Barr memiliki "otoritas penuh dan lengkap" untuk mendeklasifikasi informasi yang relevan untuk melakukan penyelidikan tersebut.
Barr terus dikritik setelah menyimpulkan bahwa hasil penyelidikan Mueller tak membuktikan bahwa Trump berkolusi dengan Rusia.

Hasil penyelidikan Mueller ini memang mendapat sorotan besar. Dalam penyelidikannya, Mueller sudah mewawancarai sejumlah pejabat penting, baik dari tim kampanye Trump maupun Rusia.

Beberapa mantan orang kepercayaan Trump sendiri sudah mengaku bersalah atas sejumlah tuduhan berkaitan dengan Rusia. 

[Gambas:Video CNN]

Namun, dalam ringkasan yang ia tulis untuk menyimpulkan hasil penyelidikan Mueller, Barr menyebut investigasi itu tak menemukan bukti cukup yang menunjukkan Trump melakukan kolusi. 

Dalam laporannya, Mueller juga dianggap tak memiliki cukup bukti yang menunjukkan Trump berupaya menghalangi proses penyelidikan.

Meski demikian, Mueller menegaskan bahwa walau belum cukup bukti, bukan berarti Trump terbebas dari segala kecurigaan. (rds/has)