AS Dakwa Pendiri WikiLeaks dengan 17 Tuntutan Spionase

CNN Indonesia | Jumat, 24/05/2019 09:35 WIB
AS Dakwa Pendiri WikiLeaks dengan 17 Tuntutan Spionase Kementerian Kehakiman AS menuntut pendiri WikiLeaks, Julian Assange, dengan UU Spionase karena mempublikasikan dokumen rahasia militer pada 2010 silam. (Reuters/Henry Nicholls)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Kehakiman Amerika Serikat mendakwa pendiri WikiLeaks, Julian Assange, dengan 17 tuntutan baru terkait spionase karena mempublikasikan dokumen militer dan diplomatik rahasia pada 2010 silam.

Melalui surat gugatan pada Kamis (23/5), Kementerian Kehakiman mengajukan tuntutan baru tersebut atas dasar tudingan pendiri WikiLeaks itu memerintahkan seorang analis intelijen, Chelsea Manning, untuk mencuri dokumen rahasia AS.

Beberapa tuntutan itu juga didasari pada tuduhan Assange secara sembrono merilis sumber-sumber rahasia ke pihak-pihak di Timur Tengah dan China yang disebutkan dalam dokumen curian tersebut.


Dengan 17 tuntutan baru ini, secara keseluruhan Assange akan menghadapi 18 dakwaan di pengadilan. Keseluruhan dakwaan itu mementahkan klaim Assange bahwa ia hanya seorang jurnalis yang menerima bocoran informasi dari Manning.
Semua tuntutan ini mengindikasikan Assange secara aktif berkonspirasi dengan Manning untuk mencuri ratusan ribu data rahasia "dengan alasan meyakini informasi itu dapat digunakan untuk mencederai AS atau menguntungkan negara lain.

Sejumlah dakwaan yang diajukan juga memuat tudingan bahwa Assange tidak mengacuhkan peringatan Kementerian Luar Negeri AS pada 2020 lalu untuk membeberkan sumber rahasianya di dalam lingkaran militer AS di Afghanistan, Suriah, Irak, Iran, dan China.

"Tindakan Assange berisiko serius terhadap keamanan nasional AS dan menguntungkan lawan kami, juga membuat sumber-sumber manusia yang ada di dalam dokumen itu dalam risiko fisik dan atau penahanan arbitrase," demikian pernyataan Kementerian Kehakiman yang dikutip AFP.

[Gambas:Video CNN]

Assange mulai menjadi perhatian internasional pada 2010, ketika WikiLeaks merilis dokumen rahasia mengenai keterlibatan AS dalam perang di Irak dan Afghanistan.

Data rahasia dalam bentuk dokumen, video, dan transkrip percakapan itu mengungkap kemungkinan kejahatan perang, penyiksaan, dan operasi militer rahasia, juga diskusi serta analisis terkait diplomasi AS.

Ia pun menjadi salah satu sosok paling dicari di AS. Assange sempat kabur dan akhirnya mendapatkan suaka dari Ekuador.

Tujuh tahun berlindung di Kedutaan Besar Ekuador di London, Assange akhirnya ditangkap setelah pihak kedutaan menyerahkan dirinya kepada aparat Inggris pada 11 April lalu. (has/has)