Umat Nasrani Burkina Faso Kembali Diserang Teroris, 4 Tewas

CNN Indonesia | Senin, 27/05/2019 15:37 WIB
Umat Nasrani Burkina Faso Kembali Diserang Teroris, 4 Tewas Ilustrasi aparat keamanan di Burkina Faso. (AFP PHOTO / Ahmed OUOBA)
Jakarta, CNN Indonesia -- Serangan oleh kelompok teroris terhadap umat Nasrani di Burkina Faso terus terjadi. Pada Minggu (26/5), teroris kembali menyerang umat Kristiani tengah beribadah dan menewaskan empat orang.

Menurut Uskup Wilayah Ouahigouya, Justin Kientega, kelompok teroris menyerang jemaat Nasrani sedang beribadah Minggu.
Sebelumnya, pihak keamanan melaporkan ada sekitar tiga orang yang tewas dalam serangan tersebut. Mereka menyatakan sekelompok orang bersenjata menyerang para umat ketika sedang menghadiri misa hari Minggu di kota Toulfe.

Insiden ini sontak membuat warga setempat panik dan banyak dari mereka yang mencari tempat persembunyian di dalam rumah juga di semak-semak.


Pekan lalu, tepatnya sehari setelah seorang imam dan lima umat paroki terbunuh secara massal, seorang pria bersenjata membunuh empat umat Katolik yang sedang melakukan parade.
Pada saat bersamaan, dua pasukan khusus Prancis meninggal saat hendak juga membebaskan empat tahanan asing.

Tingkat kekerasan terhadap umat Nasrani di Burkina Faso terus bertambah. Komposisi penduduk negara itu terdiri dari dua pertiga populasinya adalah Muslim, sedangkan sepertiga lainnya merupakan umat Kristiani.

Kelompok militan yang diduga dalam rangkaian serangan itu di antaranya Ansarul Islam, Kelompok untuk Mendukung Islam dan Muslim (GSIM), serta kelompok ISIS Sahara (ISGS).

Aksi serangan ini telah terjadi sejak 2015 lalu di wilayah utara negara bekas jajahan Prancis itu, sebelum akhirnya menargetkan ibukota Ouagadougou dan wilayah lainnya, terutama di bagian timur.

Insiden ini telah menelan korban tewas sebanyak 400 orang sejak 2015.

Kelompok bersenjata tersebut menargetkan para pemuka agama Kristiani serta umat Muslim yang dianggap tidak cukup radikal di negaranya.

[Gambas:Video CNN]

Sejauh ini pihak Perancis juga telah mengirimkan 4.500 pasukan di Mali, Burkina Faso, Niger, dan Chad untuk menolong pasukan setempat memerangi kelompok militan. (ajw/ayp)