AS Tahan 1.036 Imigran Ilegal Sehari, Terbanyak dalam Sejarah

CNN Indonesia | Jumat, 31/05/2019 12:52 WIB
AS Tahan 1.036 Imigran Ilegal Sehari, Terbanyak dalam Sejarah Petugas Patroli Perbatasan AS menangkap 1.036 imigran ilegal dari Meksiko dalam satu operasi penahanan pada Kamis (30/5), terbanyak dalam sejarah. (Reuters/Loren Elliott)
Jakarta, CNN Indonesia -- Petugas Patroli Perbatasan Amerika Serikat menangkap 1.036 imigran ilegal dari Meksiko dalam satu operasi penahanan pada Kamis (30/5), terbanyak dalam sejarah.
 
"Kemarin, petugas Patroli Perbatasan menangkap kelompok imigran ilegal terbanyak yang pernah terjadi, yaitu 1.036 orang yang secara ilegal melintasi perbatasan El Paso sekitar pukul 4 pagi," tulis Trump di Twitter.
 


Trump juga mengunggah video ketika puluhan imigran melintasi dasar Sungai Rio Grande dari Ciudad Juarez, Meksiko, menuju El Paso, Texas.
 
Mereka merupakan sejumlah kecil dari 100.000 imigran lainnya yang melintasi perbatasan Meksiko menuju AS dalam beberapa bulan ini. Sebagian besar dari imigran tersebut berasal dari wilayah Amerika Tengah.
 
Tak lama setelah mengumumkan penangkapan terbanyak ini, Trump menyatakan bakal mengenakan tarif lima persen terhadap semua barang dari Meksiko hingga arus imigran ilegal berhenti.

"Pada 10 Juni, AS akan mengenakan tarif 5 persen untuk semua barang yang datang ke negara kami dari Meksiko, sampai imigran ilegal yang datang melalui Meksiko ke negara kami BERHENTI," kata Trump melalui Twitter, Kamis (30/5).


Melanjutkan pernyataannya, Trump menulis, "Tarif itu akan terus meningkat sampai masalah imigran ilegal diperbaiki, saat itu pajak akan dihilangkan."



Berdasarkan keterangan dari Gedung Putih, tarif itu akan naik ke angka 10 persen pada 1 Juli. Jika masalah imigran ilegal tak kunjung usai, AS akan kembali menaikkan tarif hingga 25 persen pada 1 Oktober.

"Tarif akan tetap permanen di angka 25 persen sampai Meksiko menghentikan gelombang imigran ilegal yang datang ke wilayah kami," demikian pernyataan Gedung Putih yang dikutip AFP.

"Jika krisis imigran dapat berkurang karena tindakan efektif Meksiko, berdasarkan penilaian kami, tarif itu akan dicabut."

[Gambas:Video CNN]

Isu imigran ilegal ini memang sudah menjadi salah satu konsentrasi Trump sejak masa kampanye dalam pemilu 2016 lalu.

Ia berjanji akan membangun tembok "yang besar dan indah" di sepanjang perbatasan dengan Meksiko.

Rencana Trump ini sempat ditentang Kongres yang menganggap permintaan biaya dari sang presiden terlalu besar.

Trump akhirnya mendeklarasikan situasi darurat di sepanjang perbatasan dengan Meksiko sehingga ia tak perlu meminta persetujuan parlemen untuk menggelontorkan dana pembangunan tembok itu. (ajw/has)