Harian Korea Selatan, Chosun Ilbo, melaporkan bahwa Kim Hyok Chol dieksekusi di Bandara Mirim, Pyongyang, bersama empat pejabat eksekutif Kementerian Luar Negeri Korut pada Maret lalu.
"Ia dituduh menjadi mata-mata untuk AS karena melaporkan masalah negosiasi dengan buruk dan tak bisa mengetahui keinginan AS," ujar seorang sumber kepada Chosun Ilbo, sebagaimana dikutip Reuters, Jumat (31/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejak pertemuan tersebut, sejumlah pejabat Korut yang berperan dalam pertemuan itu dilaporkan tak pernah terlihat lagi di hadapan publik.
Kim Yong-chol sendiri sempat dilaporkan dikirimkan ke kamp penataran dan dijatuhi hukuman kerja paksa di dekat perbatasan Korut dengan China.
Ketika kabar mengenai eksekusi mati ini beredar, juru bicara Kementerian Unifikasi Korsel enggan berkomentar.
Pejabat di Istana Kepresidenan Korsel juga menekankan bahwa ia tak akan mengomentari kabar dengan sumber tak jelas.
[Gambas:Video CNN]
Namun, sejumlah analis menganggap Kim Hyok Chol sangat mungkin dieksekusi mengingat begitu besar tugas yang ia emban dan berakhir gagal.
"Tugasnya adalah melaporkan langsung secara akurat ke Kim [Jong-un], tapi saya tidak yakin dia benar-benar memahami maksud atau strategi bernegosiasi," kata pengamat dari Institut Unifikasi Korea, Hong Min. (has)