Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Polisi Dedi Prasetyo mengatakan saat ini Detasemen Khusus 88 sedang berkoordinasi dengan PDRM terkait keberadaan WNI yang diduga terlibat ISIS tersebut.
"Saat ini Densus 88 sudah bentuk tim untuk berkoordinasi dengan PDRM," ujarnya saat dikonfirmasi, Jumat (31/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia juga diduga melakukan komunikasi melalui media sosial Telegram.
Sedangkan WN Malaysia yang ditangkap berusia 42 tahun dan merupakan seorang kontraktor. Dia ditangkap pada 17 Mei ketika hendak berangkat ke Mesir untuk menyusup ke Syria.
Sementara itu, WN Bangladesh yang ditangkap berusia 28 tahun dan merupakan pembantu mekanik kapal di Kedah. Dia diduga sebagai penyokong anggota ISIS di Bangladesh dan memiliki bahan-bahan kimia untuk pembuatan bom.
Saat ini, kata Dedi, PDRM masih melakukan pencarian untuk menangkap satu WNI yang diduga sebagai anggota ISIS.
Seorang WNI itu bernama Marwan dengan usia sekitar 30 tahun. Dia pun dicurigai sebagai fasilitator untuk anggota ISIS Indonesia yang hendak transit di Sabah sebelum ke Selatan Filipina. (gst/rea)