Polri Konfirmasi soal WNI Terduga ISIS Ditangkap di Malaysia

Tim, CNN Indonesia | Sabtu, 01/06/2019 02:06 WIB
Polri Konfirmasi soal WNI Terduga ISIS Ditangkap di Malaysia Ilustrasi WNI yang diduga merupakan anggota ISIS. (AP Photo/Andrea Rosa)
Jakarta, CNN Indonesia -- Seorang warga negara Indonesia (WNI) berusia 20 tahun yang bekerja sebagai buruh kasar di Malaysia ditangkap oleh Polisi Diraja Malaysia (PDRM) pada 26 Mei lalu karena diduga terlibat dengan ISIS. Dia ditangkap bersama dengan warga negara Bangladesh dan Malaysia yang juga diduga terlibat dalam jaringan yang sama.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Polisi Dedi Prasetyo mengatakan saat ini Detasemen Khusus 88 sedang berkoordinasi dengan PDRM terkait keberadaan WNI yang diduga terlibat ISIS tersebut.


"Saat ini Densus 88 sudah bentuk tim untuk berkoordinasi dengan PDRM," ujarnya saat dikonfirmasi, Jumat (31/5).


WNI tersebut diduga sebagai fasilitator kepada anggota-anggota ISIS Indonesia yang hendak transit di Sabah sebelum berangkat ke Selatan Filipina untuk serangan bunuh diri. Dia dicurigai berperan sebagai penyalur dana dan perancang jihad di Syria.

Dia juga diduga melakukan komunikasi melalui media sosial Telegram.

Sedangkan WN Malaysia yang ditangkap berusia 42 tahun dan merupakan seorang kontraktor. Dia ditangkap pada 17 Mei ketika hendak berangkat ke Mesir untuk menyusup ke Syria.


Sementara itu, WN Bangladesh yang ditangkap berusia 28 tahun dan merupakan pembantu mekanik kapal di Kedah. Dia diduga sebagai penyokong anggota ISIS di Bangladesh dan memiliki bahan-bahan kimia untuk pembuatan bom.

Saat ini, kata Dedi, PDRM masih melakukan pencarian untuk menangkap satu WNI yang diduga sebagai anggota ISIS.

Seorang WNI itu bernama Marwan dengan usia sekitar 30 tahun. Dia pun dicurigai sebagai fasilitator untuk anggota ISIS Indonesia yang hendak transit di Sabah sebelum ke Selatan Filipina. (gst/rea)