Penembakan Massal Virginia, Terburuk di AS Setelah 2018

Agniya Khoiri, CNN Indonesia | Minggu, 02/06/2019 13:17 WIB
Penembakan Massal Virginia, Terburuk di AS Setelah 2018 Ilustrasi penembakan. (Foto: Istockphoto/ra-photos)
Jakarta, CNN Indonesia -- Polisi Virginia telah mengidentifikasi pria bersenjata yang menewaskan 12 orang di Pantai Virginia, Amerika Serikat, yaitu pegawai pemerintahan yang merasa tidak puas pada rekan kerjanya. Semua kecuali satu dari korban penembakan massal Jumat (31/5) di resor pantai, dipekerjakan pemerintah kota dan lainnya adalah kontraktor.

Kepala Kepolisian Pantai Virginia James Cervera mengungkapkan pria bersenjata itu merupakan DeWayne Craddock yang telah bekerja untuk departemen utilitas publik kota selama sekitar 15 tahun. Namun dia menolak mengomentari kemungkinan motif pelaku dalam penembakan tersebut.

"Ini adalah 12 orang yang datang untuk bekerja ... berpikir mereka akan pulang pada malam hari, tapi mereka tidak kembali dan itu membuat kehilangan yang luar biasa pada keluarga mereka serta komunitas kami," ujar Ralph Northam, Gubernur Virginia, dalam jumpa pers.


Menurut Reuters, kejadian itu merupakan penembakan massal terburuk di Amerika Serikat sejak November 2018, ketika belasan orang dibunuh di area 'bar and grill' Los Angeles oleh pria bersenjata yang kemudian bunuh diri.

Berdasarkan keterangan aparat, mayat korban penembakan kali ini ditemukan di ketiga lantai gedung di Pantai Virginia dan di sebuah mobil yang di parkir di luar.

Cervera menggambarkan tempat kejadian sebagai lokasi mengerikan dan mengatakan bahwa investigator yang menghabiskan malam di dalam gedung mengalami trauma secara emosional dan psikologis.

Polisi mengatakan pria bersenjata itu dipersenjatai dua pistol kaliber 45 dan menggunakan kartu karyawan untuk memasuki daerah-daerah aman sebelum menembakkan 'seketika dan tanpa pandang bulu' pada para korban sembari memuat ulang beberapa amunisi.

Polisi menjelaskan salah satu pistol setidaknya dilengkapi peredam suara. Sedangkan agen khusus di Bureau of Alcohol, Tobacco, Firearms and Explosives AS, Ashan Benedict, mengatakan bahwa kedua pistol itu dibeli pelaku secara legal oleh penembak dalam tiga tahun terakhir. Dua senjata api lainnya ditemukan di rumah tempat Craddock tinggal sendirian.

Pihak kepolisian juga mengungkapkan setelah serangan terjadi, dua polisi pengawas dari sebuah bangunan di seberang jalan langsung menghampiri lokasi. Mereka sigap bergabung dengan dua penangan anjing polisi. Tersangka terbunuh setelah pertempuran senjata yang panjang.

Para korban yang bekerja untuk Pantai Virginia telah dipekerjakan antara 11 bulan dan 41 tahun. Enam orang bekerja di departemen utilitas publik dan lima lainnya dipekerjakan di departemen pekerjaan umum.

Sejumlah acara dan peringatan terkait kejadian itu telah direncanakan, termasuk upacara peringatan yang akan diselenggarakan kota itu pada Kamis (6/6) mendatang.

Cervera mengatakan dia hanya akan menyebut nama penembak itu sekali, dan selanjutnya menyebutnya sebagai 'tersangka'. Menurut media setempat, Craddock berusia 40 tahun dan tidak memiliki catatan kriminal serius.

Dia bertugas di Garda Nasional Virginia dari 1996 hingga 2002 dan ditugaskan ke batalion berbasis di Norfolk sebagai anggota awak meriam, kata seorang juru bicara penjaga, yang menambahkan bahwa catatan Craddock tidak menunjukkan penyebaran di luar negeri.

Cervera mengatakan 40 agen dari Biro Investigasi Federal sedang memulihkan bukti di TKP, yang terletak di kompleks gedung perkantoran, beberapa kilometer ke daratan dari pantai populer yang terletak di pantai Atlantik di mulut Teluk Chesapeake.

Kota terpadat di Virginia ini memiliki sekitar 450 ribu penduduk sepanjang tahun. Departemen kepolisiannya telah dilatih untuk mengantisipasi penembakan massal dan bahkan berencana mengadakan lokakarya warga pada Sabtu (1/6) kemarin. Namun, lokakarya itu kemudian dibatalkan karena kejadian. (agn/fea)


BACA JUGA