Perdana Sejak 1994, Palestina dan Saudi Idul Fitri Terpisah

tim, CNN Indonesia | Rabu, 05/06/2019 09:57 WIB
Perdana Sejak 1994, Palestina dan Saudi Idul Fitri Terpisah ilustrasi Palestina (REUTERS/Mohamad Torokman)
Jakarta, CNN Indonesia -- Untuk pertama kalinya sejak 1994, Palestina memulai perayaan Idul Fitri di hari yang berbeda dengan Arab Saudi. Keputusan ini pun menimbulkan pertanyaan publik.

Pertanyaan publik ini mulai bermunculan setelah Saudi mengumumkan bahwa berdasarkan pemantauan hilal, negaranya akan merayakan Idul Fitri pada Selasa (4/6), sementara Palestina baru sehari setelahnya.
Kepala Dewan Islam Tertinggi di Yerusalem, Ekrama Sabri, mengakui bahwa ini adalah kali pertama mereka merayakan Idul Fitri pada hari yang berbeda dengan Saudi sejak Otoritas Palestina terbentuk pada 1994.

Sabri mengatakan bahwa perbedaan ini dapat terjadi karena Palestina belum dapat melihat hilal yang menentukan awal tahun Hijriyah.


"Kami tidak memiliki alat seperti yang ada di Palestina di Arab Saudi dan geografi negara kami tidak memungkinkan untuk melihat bulan," katanya.

Namun, sejumlah warga Palestina menduga keputusan tersebut terkait dengan politik menjelang pengungkapan usulan kerangka perdamaian Israel-Palestina yang digagas Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
Sejumlah pejabat AS sudah sedikit membocorkan usulan Trump tersebut. Mereka mengatakan bahwa usulan perdamaian itu tidak akan mencantumkan solusi dua negara, kerangka yang selama ini dianggap dunia sebagai jalan keluar perdamaian Israel-Palestina.

Palestina pun menganggap AS bias dan tidak dapat menjadi mediator dalam upaya perdamaian dengan Israel. Sementara itu, Saudi sendiri adalah sekutu dekat AS di kawasan.

Meski demikian, Sabri menegaskan bahwa keputusan waktu Lebaran ini tak ada kaitannya dengan politik. Ia kemudian menyebut bahwa Mesir, sekutu dekat Saudi, juga merayakan Idul Fitri pada Rabu. (chs/has)