Ratusan Lokasi Eksekusi Hukuman Mati Korut Ditemukan

Tim, CNN Indonesia | Selasa, 11/06/2019 04:08 WIB
Ratusan Lokasi Eksekusi Hukuman Mati Korut Ditemukan Ilustrasi. Potret Dinasti Kim di salah satu sudut Korea Utara. (REUTERS/Danish Siddiqui)
Jakarta, CNN Indonesia -- Korea Utara terus menciptakan teror ketakutan publik bagi warganya. Laporan teranyar menemukan setidaknya 323 lokasi yang digunakan pemerintah untuk eksekusi hukuman mati.

Laporan yang dirilis oleh Transitional Justice Working Group ini merupakan hasil empat tahun penelitian dengan lebih dari 600 warga pembelot Korut yang memilih tinggal di luar negeri.

"Ini adalah taktik yang digunakan untuk menanamkan budaya ketakutan di kalangan masyarakat umum," ujar Direktur Riset TJWG, Sarah A Son, mengutip Reuters.

Beberapa tuduhan paling umum yang menyebabkan eksekusi hukuman mati mulai dari mencuri ternak hingga tembaga. Beberapa aktivitas yang melawan pemerintah dan penyeberangan ilegal ke China juga menjadi beberapa penyebab hukuman mati dijatuhkan.

Laporan menyebutkan, sebanyak ratusan orang berkumpul untuk menyaksikan eksekusi. Son mengatakan, sebanyak 83 persen dari sampel 84 orang yang disurvei telah menyaksikan eksekusi publik.

Selain itu, laporan juga menemukan sebanyak 35 eksekusi hukuman mati terjadi di beberapa tepi sungai tertentu. Enam diantaranya dilakukan dengan cara hukum gantung dan 29 lainnya dengan hukum tembak.

Namun, tim mengingatkan bahwa hasil penelitian belum tentu representatif. Jumlah responden yang tidak proporsional menjadi penyebabnya.

Diprediksi Menurun

Penelitian juga menyatakan bahwa Pyongyang semakin khawatir akan pengawasan dunia internasional yang memaksanya untuk mengurangi praktik tersebut.

"Sejak 2005, penggantungan publik dilaporkan telah berhenti atau mengalami penurunan frekuensi," tulis laporan, mengutip AFP.

Ethan Shin, salah seorang penulis laporan, mengatakan bahwa penelitian mengindikasikan adanya penurunan hukuman mati yang dilakukan Korut.

"Meskipun verifikasi tidak mungkin, sepertinya jumlah eksekusi publik sedang dalam tren menurun," ujar Shin.

"Eksekusi rahasia mungkin meningkat, tapi Korea Utara lebih berhati-hati dalam memberikan hukuman mati karena tengah mencari pengakuan dalam lingkup global," tambahnya.

[Gambas:Video CNN]


(asr/asr)