Korban meninggal terjadi di tiga distrik yang merupakan distrik miskin dan tengah mengalami kekeringan. Sebanyak 27 orang meninggal di distrik Aurangabad, 15 orang di Gaya dan tujuh di distrik Nawada.
"Itu adalah kejadian yang mendadak pada Sabtu (15/6) sore. Orang-orang yang terkena sengatan gelombang panas dilarikan ke rumah sakit yang berbeda. Sebagian besar dari mereka meninggal pada Sabtu malam dan beberapa pada Minggu pagi selama perawatan," kata pejabat kesehatan India Vijay Kumar kepada AFP.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, 40 orang lainnya saat ini tengah di rawat di rumah sakit yang di kelola pemerintah di Aurangabad. Mengingat gelombang panas masih terjadi di India, diperkirakan jumlah itu masih akan terus meningkat.
"Pasien yang terkena gelombang panas masih terus berdatangan. Angka kematian bisa cenderung meningkat jika gelombang panas berlanjut," tutur Vijay.
Menteri Kesehatan India Harsh Vardhan mengimbau setiap orang di wilayah India Utara tidak boleh keluar rumah hingga suhu udara menurun. Sebagian besar wilayah India Utara dalam dua minggu terakhir mengalami panas terik dengan suhu dapat mencapai 50 derajat Celcius.
"Panas yang hebat mempengaruhi otak dan menyebabkan berbagai masalah kesehatan," kata Vardhan. (ptj/eks)