Serangan Milisi Jaringan Al Qaeda di Suriah Tewaskan 12 Warga

CNN Indonesia | Senin, 17/06/2019 17:50 WIB
Serangan Milisi Jaringan Al Qaeda di Suriah Tewaskan 12 Warga Ilustrasi anggota kelompok bersenjata Hayat Tahrir al-Sham di Suriah. (AFP PHOTO / OMAR HAJ KADOUR)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sebanyak 12 penduduk sipil dilaporkan tewas di sebuah desa di wilayah barat laut Suriah akibat serangan roket yang dilakukan oleh kelompok bersenjata Hayat Tahrir al-Sham (HTS) yang terhubung dengan Al-Qaeda. Serangan itu dilakukan mereka terhadap daerah yang dikuasai pasukan rezim Bashar al-Assad.

Menurut kantor berita SANA, sebanyak 15 orang lainnya juga mengalami luka-luka akibat serangan di desa Al-Wadihi, selatan kota Aleppo pada Minggu (16/6).
Seperti dilansir AFP, Senin (17/6), kelompok HTS diduga menjadi dalang dalam serangan tersebut. HTS telah lama menguasai provinsi Aleppo dan sebagian besar wilayah Idlib.

Sesaat setelah insiden berlangsung, kelompok HTS tersebut juga menyebarkan sejumlah foto yang menunjukkan keadaan korban serangan roket, di antaranya pria yang diperban dan anak-anak yang berbaring di tandu dengan selimut tebal menutupi tubuh mereka.


Menurut laporan lembaga pemantau hak asasi manusia, Syrian Observatory for Human Rights, setidaknya lima anak ikut tewas akibat serangan roket kelompok bersenjata yang bermarkas di wilayah pedesaan Aleppo.

Sementara itu, tim pengamat yang berbasis di Inggris meragukan apakah hanya HTS yang melakukan serangan atau mungkin ada kelompok bersenjata lain yang ikut bertanggung jawab atas terjadinya insiden memilukan ini.
Aksi serangan di Suriah ini terjadi setelah pasukan pemerintah Suriah bentrok dengan para pejuang HTS di dekat provinsi Hama, Suriah.

Lebih dari 35 orang yang kebanyakan adalah pasukan rezim Suriah tewas dalam pertempuran pada Sabtu (15/6) di daerah pedesaan Hama.

Provinsi Hama dan Idlib yang termasuk bagian dari Aleppo seharusnya mendapatkan perlindungan dari serangan, sesuai dengan kesepakatan zona penyangga yang dibentuk Rusia dan Turki pada September 2018 lalu. Namun, kesepakatan itu tidak sepenuhnya dilaksanakan karena kelompok jihadis yang menolak untuk keluar dari wilayah demiliterisasi tersebut.

Hingga pada Januari lalu, kelompok HTS memperluas kendali mereka atas wilayah yang mencakup sebagian besar provinsi Idlib, Latakia, Hama, serta Aleppo.
Sementara itu, pemerintah Suriah dibantu Rusia telah meningkatkan serangan ke wilayah tersebut sejak April lalu yang menewaskan hampir 400 penduduk sipil.

Perang Suriah yang disertai penindasan terhadap aksi protes pemerintah sejak 2011 silam juga turut menewaskan lebih dari 370 ribu orang serta mengakibatkan jutaan rakyat terpaksa mengungsi. (ajw/ayp)