Palestina Tolak Peta Jalan Damai Ekonomi AS

CNN Indonesia | Senin, 24/06/2019 01:39 WIB
Palestina Tolak Peta Jalan Damai Ekonomi AS Presiden Palestina Mahmoud Abbas. (OIC-ES2016/Subekti)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Palestina, Mahmud Abbas, menolak prakarsa peta perdamaian ekonomi dengan Israel yang digagas Amerika Serikat. Dia menuntut sebelum itu dilakukan harus ada solusi politik.

"Kami sudah menyatakan tidak akan menghadiri forum di Bahrain. Alasannya adalah permasalahan ekonomi tidak boleh dibahas sebelum problem politik," kata Abbas, seperti dilansir Reuters, Minggu (23/6).

"Selama belum ada solusi politik, kami tidak akan menyepakati persoalan ekonomi," ujar Abbas.


Otoritas Palestina menyatakan sudah memboikot pertemuan di Bahrain yang akan dimulai pada Selasa (25/6) pekan depan. Mereka menuduh Presiden AS, Donald Trump, yang merupakan sekutu Israel hendak membungkam mereka dengan uang ketimbang mengakui kemerdekaan Palestina.

Palestina menganggap AS hendak menggoda mereka dengan janji menanamkan modal miliaran dolar, supaya menghindari membahas permasalahan politik dengan Israel terutama soal wilayah yang masih diduduki.

Penasihat Abbas, Hanan Ashrawi, mendesak jika berniat serius menjadi penengah dengan Israel dan membuat perdamaian di Timur Tengah, AS harus mengutamakan tuntutan mereka.

"Pertama cabut blokade Jalur Gaza, hentikan pencaplokan tanah, sumber daya dan uang kami oleh Israel, berikan kami kebebasan untuk mengendalikan perbatasan, langit, dan perairan kami. Kemudian biarkan kami membangun ekonomi sebagai bangsa yang bebas dan berdaulat," kata Ashrawi.

Di sisi lain, Gedung Putih berkeras usul perdamaian ekonomi mereka untuk Israel dan Palestina sangat tepat. Mereka menyatakan bantuan dana untuk membangkitkan ekonomi Palestina dari sejumlah bank demi membangun pemerintahan yang baik dan mencegah korupsi.

Pemimpin Hamas, Ismail Haniya, juga menolak pertemuan Bahrain.

"Peta Perdamaian menuju Kesejahteraan memperlihatkan upaya yang ambisius dan menyeluruh bagi masyarakat Palestina," demikian isi pernyataan Gedung Putih.

Palestina juga meragukan pendirian pimpinan juru runding, Jared Kushner, dan Ketua Delegasi urusan Timur Tengah, Jason Greenblatt. Sebab, Kushner yang juga menantu Trump, adalah rekan dekat keluarga Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu.

Palestina memutuskan memboikot segala upaya perundingan damai dengan Israel sejak Desember 2017. Sebab, Trump menyatakan Yerusalem sebagai ibu kota Israel, yang ditentang oleh Palestina.

Palestina berharap Yerusalem Timur menjadi ibu kota mereka jika kelak merdeka.

[Gambas:Video CNN] (ayp/ayp)