Militer Iran Klaim Tembak Jatuh Drone Mata-Mata AS

CNN Indonesia | Kamis, 20/06/2019 14:08 WIB
Militer Iran Klaim Tembak Jatuh Drone Mata-Mata AS Ilustrasi pesawat tanpa awak RQ-4 Global Hawk milik Angkatan Udara Amerika Serikat. (REUTERS/Hamad I Mohammed)
Jakarta, CNN Indonesia -- Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) mengklaim telah menembak jatuh sebuah pesawat nirawak (UAV/drone) pengintai milik Amerika Serikat di selatan Provinsi Hormozgan, Kamis (20/6).

"(Drone) itu ditembak jatuh saat memasuki wilayah udara Iran di dekat distrik Kouhmobarak di selatan Iran," bunyi laporan Garda Revolusi melalui situs resminya.




Kantor berita Iran, IRNA, mengidentifikasi drone tersebut sebagai RQ-4 Global Hawk. Pesawat tak berawak itu mampu beroperasi selama 30 jam lebih untuk mengumpulkan gambar citra satelit dengan resolusi tinggi dalam setiap keadaan cuaca.

Drone itu dibuat oleh perusahaan Northrop Grumman. Namun, AS membantah bawah pesawat nirawaknya beroperasi dan ditembak jatuh di wilayah Iran.



Dilansir Reuters, juru bicara Komando Pusat Militer AS, Kapten Angkatan Laut Bill Urban, menuturkan "tidak ada pesawat/drone AS yang beroperasi di wilayah udara Iran hari ini."

Urban menolak untuk berkomentar lebih lanjut perihal insiden ini.

Meski begitu, militer AS membenarkan bahwa Iran berupaya menembak jatuh pesawat tak berawak AS dalam beberapa hari terakhir.

Drone AS juga sempat dilumpuhkan kelompok pemberontak Houthi di Yaman pada 6 Juni lalu. Houthi selama ini disebut mendapat dukungan dari Iran.
Ketegangan antara Iran dan AS terus memanas dalam beberapa bulan terakhir terutama setelah insiden sabotase dua kapal tanker Arab Saudi di Teluk Oman pada pekan lalu dan empat kapal tanker Saudi di perairan lepas Uni Emirat Arab pada 12 Mei lalu.

AS dan sekutunya di Timur Tengah, Saudi, menyalahkan Iran atas kedua insiden tersebut. Teheran membantah telah bertanggung jawab atas sabotase itu.

Sejak ketegangan kedua negara memanas, AS telah mengirim pasukan tambahan, termasuk kapal induk dan dua pesawat pengebom B-52 ke Timur Tengah. Meski begitu, Presiden Donald Trump menegaskan Negeri Paman Sam tak berniat untuk berperang dengan Iran.

[Gambas:Video CNN] (rds/ayp)