Kilas Internasional

Dari Upaya Kudeta Ethiopia Hingga Serangan Siber AS ke Iran

CNN Indonesia | Senin, 24/06/2019 06:07 WIB
Dari Upaya Kudeta Ethiopia Hingga Serangan Siber AS ke Iran Ilustrasi peretas. (REUTERS/Kacper Pempel)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sejumlah peristiwa terjadi pada Minggu (23/6). Mulai dari upaya kudeta di Ethiopia hingga serangan siber Amerika Serikat kepada Iran. Berikut ini kilas balik peristiwa tersebut:


1. Upaya Kudeta di Ethiopia, 2 pejabat tinggi tewas

Sebuah upaya kudeta terjadi di negara bagian Amhara. Dalam peristiwa itu, Gubernur Amhara, Ambacher Mekonnen, dan Kepala Staf Angkatan Bersenjata Jenderal Seare Mekonnen meninggal.


Upaya kudeta diduga dilakukan oleh Kepala Keamanan Amhara Jenderal Asamnew Tsige.

Ambacher meninggal ditembak ketika memimpin rapat. Sedangkan Seare dibunuh oleh ajudannya di rumah dinas.

Diduga hal ini dipicu pertikaian antar-etnis yang cukup tajam di negara itu.


2. Pesawat angkut penerjun payung jatuh di Hawaii, 11 orang meninggal

Sebuah pesawat Beechcraft BE65 twin-engine yang sedang mengangkut penerjun payung jatuh di Dillingham Airfield, Oahu's North Shore, Hawaii. Alhasil sebelas orang dinyatakan meninggal dalam kejadian itu.

Hingga kini penyebab kecelakaan belum diketahui. Namun, dari catatan penerbangan disebutkan pesawat itu pernah bermasalah pada 2016.

Saat itu pesawat tengah mengudara tetapi tiga kali mengalami mati mesin. Saksi melihat pesawat nahas itu menukik sebelum jatuh menghantam permukaan.


3. AS gelar serangan siber terhadap Iran

Angkatan bersenjata Amerika Serikat dilaporkan menggelar serangan siber terhadap Iran, selepas insiden drone intai AS yang ditembak jatuh karena menerobos wilayah Iran pada Kamis (20/6) lalu. Menurut laporan, serangan itu menargetkan meretas sistem komputer Iran yang mengendalikan roket dan rudal.

Serangan siber ini adalah tahap lanjut dari perselisihan antara AS dan Iran. Kedua belah pihak disebut juga saling bertempur di dunia maya.


4. Bangunan Runtuh di Kamboja, 17 Orang Meninggal Dunia

Bangunan di sebuah resor di Kamboja runtuh dan mengakibatkan 17 orang meninggal dunia. Properti milik China tersebut runtuh dalam proses pembangunan.

Seperti dilansir AFP, Minggu (23/6), petugas penyelamat masih melakukan operasi mencari korban yang bertahan hidup di bawah reruntuhan. Selain 17 orang yang meninggal dunia, terdapat 24 korban lainnya yang mengalami luka-luka.

[Gambas:Video CNN] (ayp)