Seperti dilansir AFP, Senin (24/6), program yang digagas maskapai Volaris bernama Kumpul Keluarga dimaksudkan untuk membantu proses pemulangan para pendatang yang tidak bisa menyeberang ke Amerika Serikat dan terlunta-lunta di Meksiko. Program itu dimulai pada Kamis pekan lalu dan hanya akan berlangsung hingga 30 Juni mendatang.
Karena biaya penerbangan yang sangat murah, Volaris menetapkan syarat para imigran itu harus mau duduk di kursi yang tersisa dalam setiap penerbangan. Untuk mengikuti program itu, para pendatang dewasa harus memperlihatkan dokumen kependudukan, sedangkan bagi anak-anak cukup memberikan sertifikat lahir.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di sisi lain, Presiden Meksiko, Andres Manuel Lopez Obrador, memilih bersikap lunak terhadap para pendatang yang hendak menyeberang ke AS. Namun, Trump mengancam akan memberlakukan tarif impor bagi setiap produk dari Meksiko.
Hal itu dilakukan Trump untuk menekan Obrador supaya bersikap tegas terhadap para pendatang. Meksiko akhirnya sepakat memperketat pengawasan di sepanjang perbatasan mereka dengan AS, dan gencar menangkap serta mendeportasi imigran gelap.
[Gambas:Video CNN] (ayp/ayp)