Korut Peringatkan Korsel Tak Campuri Perundingan dengan AS

CNN Indonesia | Kamis, 27/06/2019 09:53 WIB
Korut Peringatkan Korsel Tak Campuri Perundingan dengan AS Korea Utara memperingatkan Korea Selatan untuk berhenti ikut campur dalam perundingan antara negaranya dengan Amerika Serikat. (Reuters/Leah Millis)
Jakarta, CNN Indonesia -- Korea Utara memperingatkan Korea Selatan untuk berhenti ikut campur dalam perundingan antara negaranya dengan Amerika Serikat.

Melalui pernyataan pada Kamis (27/6), seorang pejabat Pyongyang mengatakan bahwa Korut dan AS adalah "pihak yang dapat berkomunikasi langsung" dan tidak membutuhkan Korsel sebagai penengah.

"Jika Korut ingin mengontak AS, kami dapat menggunakan jalur komunikasi yang sudah ada," ujar pejabat Korut itu melalui pernyataan kepada kantor berita KCNA, seperti dilansir AFP.
Pejabat itu pun menegaskan bahwa mereka "tidak akan melakukan apa pun melalui pemerintah Korsel."


"Pejabat Korsel bertindak seakan ada berbagai perbincangan di bali layar antara Korut dan Korsel. Tidak ada," katanya.

Dalam kesempatan tersebut, pejabat itu juga mengingatkan AS bahwa Korut "tak punya banyak waktu" untuk mengadopsi pendekatan baru demi melanjutkan perundingan hingga tenggat waktu yang dipasang Kim Jong-un pada akhir tahun ini.
Pernyataan ini dirilis beberapa hari menjelang kunjungan Presiden AS, Donald Trump, ke Korsel di tengah kebuntuan perundingan denuklirisasi dengan Korut.

Selama ini, Korsel memang mengaku menjadi penengah hingga pertemuan antara Kim dan Trump dapat terlaksana pada tahun lalu, ditindaklanjuti dengan perjumpaan kedua Februari lalu.

Pertemuan pertama mereka memang dianggap sebagai keberhasilan perundingan denuklirisasi, tapi perundingan kedua mereka berakhir tanpa kesepakatan apa pun.
Dalam konferensi pers setelah pertemuan di Hanoi tersebut, Trump membeberkan bahwa AS sebenarnya sudah menyiapkan satu dokumen kesepakatan yang dapat ditandatangani usai konferensi tingkat tinggi dengan Kim.

Menurut Trump, Kim menawarkan menutup sejumlah situs peluncuran rudal dan kompleks nuklir dengan timbal balik AS mencabut sanksi atas Korut.

Sementara itu, Trump ingin Korut melucuti senjata nuklir secara keseluruhan, baru AS dapat mencabut sanksi atas negara pimpinan Kim tersebut.

[Gambas:Video CNN]

Di akhir pertemuan, Trump memilih untuk tak meneken dokumen apa pun karena tidak mencapai kesepakatan mengenai denuklirisasi. 

Sejak saat itu, Korut terus berulah hingga akhirnya kembali menguji coba rudal mereka pada bulan lalu. Namun, Trump tetap menyimpan asa denuklirisasi dan selalu menanggapi tenang ancaman Korut. (has/has)