Australia Bakal Bangun Pelabuhan Khusus Marinir AS di Darwin

CNN Indonesia | Senin, 24/06/2019 15:26 WIB
Australia Bakal Bangun Pelabuhan Khusus Marinir AS di Darwin Ilustrasi pasukan Korps Marinir Angkatan Laut Amerika Serikat. (Australian Defence Force)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah Australia berencana membangun sebuah pelabuhan baru di wilayah utara khusus untuk menampung pasukan Korps Marinir Angkatan Laut Amerika Serikat. Rencana ini dilakukan Negeri Kanguru sebagai upaya menandingi pengaruh China yang terus meningkat di wilayah tersebut.

Menurut pemberitaan media nasional, pelabuhan baru itu akan dibangun sekitar 40 kilometer dari Darwin. Pemerintah setempat sempat menyewakan pelabuhannya ke pihak China pada 2015 lalu.
Pelabuhan baru di wilayah Darwin itu dirancang sebagai fasilitas militer dan tempat menampung kapal-kapal AS. Dilansir dari ABC, selain untuk aktivitas militer, pelabuhan Australia di Glyde Point, Darwin itu juga akan digunakan untuk tujuan komersial dan industri.

Fasilitas di pelabuhan direncanakan bakal menampung kapal-kapal perang amfibi raksasa AS. Korps Marinir AS dengan lebih dari dua ribu pasukannya memang sengaja ditempatkan di wilayah Darwin dan dirotasi setiap tahun. Hal ini dilakukan sebagai bagian dari kerjasama militer antara Australia dan AS.


Kedua negara sebelumnya telah meningkatkan kehadiran militer mereka di wilayah barat Pasifik, terutama dengan membangun pos-pos militer di beberapa pulau di Laut China Selatan guna melawan pengaruh China yang terus mencoba memperkuat pengaruhnya di jalur pelayaran sibuk tersebut.
Selain itu, Washington dan Canberra baru-baru ini juga mengumumkan rencana pembangunan pangkalan militer gabungan di Pulau Manus di Papua Nugini, sebelah timur laut Australia.

Sementara itu, pengumuman terkait pelabuhan baru Australia akan dilakukan dalam beberapa pekan ke depan yang bertepatan dengan kegiatan latihan militer gabungan Talisman Sabre antara AS dan Negeri Kanguru.

Hingga kini, belum ada informasi lanjutan baik dari konsulat AS di Sidney maupun Kementerian Pertahanan Australia terkait pelabuhan baru tersebut. (ajw/ayp)