Trump Serang Balik Dubes Inggris karena Hina Gedung Putih

CNN Indonesia | Senin, 08/07/2019 12:55 WIB
Presiden AS Donald Trump pada Minggu menyerang balik Dubes Inggris untuk AS Kim Darroch yang menghina pemerintahan Gedung Putih tidak layak. Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (Jacquelyn Martin/Pool via REUTERS)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Minggu (7/7) menyerang balik Duta Besar Inggris untuk AS Kim Darroch yang menghina pemerintahan Gedung Putih tidak layak dan disfungsional. Pernyataan itu diketahui disebut Kim Darroch dalam memo rahasia.

Seperti dikutip dari AFP Senin (8/7), atas tudungan tersebut, Trump menyebut Darroch tidak bekerja dengan baik sebagai dubes Inggris. 'Tidak melayani Inggris dengan baik.' Trump juga mengaku bahwa ia dan pemerintahannya 'tidak begitu suka' dengan utusan Inggris itu.

Menurut surat kabar Mail on Sunday, dalam serangkaian memo rahasia dan catatan singkat yang ditujukan ke pemerintahan Inggris, Darroch mengatakan kepresidenan Trump akan 'hancur dan terbakar' serta 'berakhir dengan memalukan'.

"Kami tidak benar-benar percaya pemerintahan ini akan menjadi jauh lebih baik; kurang disfungsional; kurang tidak terduga; lebih sedikit fraksi terbelah; kurang ceroboh dalam diplomatis serta tidak kompeten," kata Darroch dalam satu salah satu memo.


Darroch ditugaskan sebagai diplomat di Washington DC pada Januari 2016, sebelum Trump memenangkan kursi kepresidenan.

The Mail on Sunday mengatakan memo itu dibuat sejak 2017. Kementerian Luar Negeri Inggris tidak membantah kebenaran memo tersebut.

Seorang juru bicara mengatakan bahwa publik Inggris mengharapkan para duta besar memberi penilaian yang jujur dan tidak memihak tentang politik di negara mereka ditugaskan.

"Pandangan mereka belum tentu pandangan menteri atau bahkan pemerintah," ucapnya.

Surat kabar tersebut juga mengatakan memo itu diduga dibocorkan oleh seseorang dalam layanan sipil Inggris.

"Tim kami di Washington memiliki hubungan yang kuat dengan Gedung Putih dan tidak ada toleransi terhadap perilaku nakal seperti itu," kata juru bicara mengomentari tentang kebocoran tersebut.

[Gambas:Video CNN] (dea/dea)