Pejabat Hamas Serukan Warga Palestina Bunuh Orang Yahudi

CNN Indonesia | Selasa, 16/07/2019 13:26 WIB
Pejabat Hamas Serukan Warga Palestina Bunuh Orang Yahudi Ilustrasi. (AFP PHOTO / Mohammed ABED)
Jakarta, CNN Indonesia -- Seorang anggota senior Hamas, Fathi Hamad, mendorong warga Palestina di seluruh dunia untuk membunuh orang Yahudi.

Dalam video yang memuat pidatonya pada sebuah unjuk rasa pada Jumat pekan lalu, Hamad terdengar mendorong seluruh rakyat Palestina melakukan penyerangan tersebut.


Ia bahkan mengatakan warga Palestina di luar negeri "tengah bersiap dan melakukan pemanasan" untuk melakukan serangan terhadap orang Yahudi.


"Jika pendudukan ini tidak diselesaikan, kami akan meledak di hadapan musuh-musuh kami dengan seizin Tuhan. Luapan kemarahan ini tidak hanya akan terjadi di Jalur Gaza dan Tepi Barat (wilayah Palestina) tapi juga di luar negeri, insyaallah," kata Hamad seperti dikutip AFP, Selasa (16/7).

"Tujuh juta orang Palestina di luar negeri dengan cukup pemanasan, Anda semua memiliki orang Yahudi di setiap tempat. Anda harus menyerang setiap orang Yahudi di seluruh dunia dan membunuh mereka," ujarnya menambahkan.

Hamas merupakan salah satu fraksi besar di Palestina yang selama ini masih menguasai Gaza. Kelompok tersebut juga menggagas unjuk rasa besar-besaran sejak Maret 2018 lalu sebagai bentuk protes terhadap pendudukan Israel selama ini.


Israel salama ini menganggap Hamas sebagai kelompok teroris yang kerap meluncurkan rudal dan balon-balon gas berisi peledak ke wilayahnya.

Juru bicara Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, Ofir Gendelman, mengecam pernyataan Hamad itu yang disebut "menggambarkan Hamas yang sebenarnya."

"Hamas adalah dalang di balik kerusuhan di perbatasan Gaza. Hamas ingin membunuh orang Yahudi di seluruh dunia," kata Gendelman melalui Twitternya.

"Sekarang Anda tahu kenapa kami, Israel, ingin melindungi perbatasan dengan Gaza dari Hamas," ujarnya menambahkan.

Kecaman tak hanya datang dari Israel, pemerintah Palestina juga menyayangkan pernyataan Hamad tersebut.

Sekretaris Jenderal Organisasi Pembebasan Palestina (PLO), Saeb Erekat, mengatakan pernyataan Hamad tidak "mewakili pemerintah dan bangsa Palestina."

"Nilai-nilai adil yang menjunjung tinggi perjuangan Palestina termasuk cinta akan kebebasan, keadilan, dan kesetaraan. Pernyataan menjijikkan dari petinggi Hamas, Fathi Hamad tentang orang-orang Yahudi tidak mewakili nilai itu semua," kata Erekat melalui Twitternya.

Utusan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Nickolay Mladenov turut mengutuk pernyataan Hamad itu yang dianggap komentar berbahaya, menjijikkan, dan menghasut."

"(Pernyataan) itu jelas harus dikutuk oleh semua," kata Mladenov.

Sementara itu, Hamas juga ikut mengeluarkan klarifikasi bahwa pernyataan Hamad itu tidak mewakili organisasi.


"Komentar tersebut tidak mewakili posisi resmi (Hamas) dan kebijakan kami konsisten, mengadposi kebijakan yang menganggap konflik kami adalah terkait pendudukan (Israel) yang menduduki tanah kami dan menodai tempat-tempat suci kami dan bukan konflik dengan orang-orang Yahudi di seluruh dunia atau Yudaisme sebagai agama," bunyi pernyataan Hamas.

Meski banyak dikecam, Hamad menegaskan dia tetap berkomitmen pada piagam Hamas yang berfokus pada "perlawanan terhadap pendudukan Zionis" atas tanah Palestina.

"Perlawanan kami terhadap pendudukan Israel akan berlanjut dengan segala cara, melalui senjata atau melalui perjuangan rakyat yang damai," katanya. (rds/dea)