Seperti dilansir Associated Press, Selasa (16/7), Azimi menyatakan ancaman serangan itu disampaikan secara tertulis dan melalui telepon ke kantornya di Provinsi Ghazni. Keduanya disebut disampaikan oleh komandan Taliban setempat.
Azimi menyatakan stasiun radio itu ditutup sejak empat hari lalu. Namun, juru bicara Taliban, Zabihullah Mujahid, membantah kabar itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Amerika Serikat menyerbu Afghanistan pada 2001, tidak lama setelah peristiwa serangan gedung World Trade Center pada 9 September 2001. Mereka menuduh Taliban menampung kelompok Al Qaidah yang saat itu dipimpin Osama bin Laden untuk merancang serangan ke AS.
AS lantas menggandeng Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) untuk menggempur Taliban. Pemerintahan Taliban tumbang dan mereka menyingkir ke kawasan pegunungan.
Meski demikian, perlawanan Taliban terhadap AS tidak mengendur. Perlahan mereka memperluas wilayah kekuasaan dan pengaruh.
[Gambas:Video CNN]
Presiden Donald Trump memutuskan bakal menarik pasukan dari Afghanistan tahun ini. Dia beralasan perang itu sudah tidak masuk akal karena menyedot anggaran cukup besar dan menewaskan ribuan prajurit AS. (ayp)