Iran Bakal Langgar Lagi Perjanjian Nuklir

CNN Indonesia | Senin, 29/07/2019 08:34 WIB
Iran Bakal Langgar Lagi Perjanjian Nuklir Ilustrasi demonstrasi menentang program nuklir Iran. (REUTERS/Mike Segar)
Jakarta, CNN Indonesia -- Badan Tenaga Atom Iran menyatakan mereka akan segera mengoperasikan kembali reaktor nuklir air berat Arak, yang sempat ditutup. Hal ini dilakukan setelah mereka menyatakan secara bertahap akan mengabaikan kewajiban yang disyaratkan dalam perjanjian nuklir 2015, karena kecewa dengan sikap Amerika Serikat yang menarik diri dan menjatuhkan sanksi baru.

Menurut Kepala Badan Tenaga Atom Iran, Ali Akbar Salehi, air berat bisa diolah di reaktor untuk dijadikan plutonium. Zat itu bisa dipakai menjadi hulu ledak nuklir.
Seperti dilansir Reuters, Minggu (28/7), pada 3 Juli lalu Presiden Iran, Hassan Rouhani, menyatakan akan melanjutkan proses pengayaan uranium dan menghidupkan kembali reaktor air berat Arak setelah 7 Juli, jika negara-negara yang meneken pakta nuklir (JCPOA) tidak berupaya melindungi kesepakatan mereka. Penyebabnya adalah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan menarik diri dari perjanjian itu dan memberlakukan sanksi baru kepada Iran.

Iran menyatakan siap menunaikan kewajiban yang disyaratkan dalam perjanjian asalkan para negara yang turut meneken juga membela.


Saat ini dilaporkan sejumlah perwakilan negara yang menandatangani JCPOA bertemu di Brussel, Belgia untuk menggelar rapat tertutup terkait kemelut itu. Rapat dipimpin oleh Ketua Hubungan Luar Negeri Sekretaris Jenderal Helga Schmid.
Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA) digagas di era Barack Obama. Perjanjian itu menetapkan Iran harus membatasi pengayaan uranium hingga 3,67 persen, jauh dari yang diperlukan untuk mengembangkan senjata nuklir yaitu 90 persen.

Sebagai timbal balik, negara Barat akan mencabut serangkaian sanksi terhadap Teheran.

[Gambas:Video CNN] (ayp/ayp)