FOTO : Tanker Inggris Dalam Cengkeraman Iran

AP, REUTERS, CNN Indonesia | Selasa, 23/07/2019 16:21 WIB

Jakarta, CNN Indonesia -- Angkatan Laut Iran menangkap kapal tanker Inggris, Stena Impero, di Selat Hormuz. Hubungan kedua negara kini menjadi tegang.

Angkatan Laut Iran menyita kapal tanker Stena Impero berbendera Inggris pada 20 Juli lalu. Peristiwa ini terjadi di Selat Hormuz. (Morteza Akhoondi/Tasnim News Agency via AP)
Diduga hal ini adalah aksi balasan Iran karena Angkatan Laut Inggris di Gibraltar menangkap kapal tanker mereka, Grace 1, saat melintas di kawasan itu. (Mizan News Agency/WANA Handout via REUTERS)
Kapal Stena Impero disita atas permintaan Organisasi Pelabuhan dan Maritim Hormozgan ketika melewati selat Hormuz, karena diklaim tidak menghormati aturan internasional kemaritiman. (Morteza Akhoondi/Mehr News Agency via AP)
Pemilik Stena Impero yang berasal dari Swedia, Stena Bulk and Northern Marine Management, mengatakan kapalnya diserang di Selat Hormuz oleh kapal-kapal kecil dan suatu helikopter. (Hasan Shirvani/Mizan News Agency via AP)
Pemilik tanker itu juga mengklaim kapal mereka tengah berada di perairan internasional saat ditangkap. Selat Hormuz merupakan jalur yang dilalui kapal-kapal yang mengangkut sepertiga suplai minyak mentah dunia. (Morteza Akhoondi/Tasnim News Agency via AP)
Penyitaan kapal tanker berbendera Inggris oleh pasukan Iran ini terjadi hanya beberapa jam setelah Mahkamah Agung Gibraltar mengumumkan akan memperpanjang masa penahanan kapal tanker Iran, Grace 1, yang disita dua pekan lalu. (ISNA/WANA Handout via REUTERS)
Sejumlah negara Eropa yang merupakan sekutu Inggris sudah meminta Iran melepaskan tanker Steno Impero. Namun, Iran mengabaikan imbauan itu. (Morteza Akhoondi/Mehr News Agency via AP)
Wakil Menteri Pertahanan Inggris, Tobias Ellwood menyatakan pemerintahannya tengah mempertimbangkan berbagai opsi untuk merespons insiden ini. (Morteza Akhoondi/Mehr News Agency via AP)
Duta Besar Iran untuk Inggris, Hamid Baeidinejad, meminta supaya kedua pemerintah berdialog untuk mencari jalan keluar. Dia juga meminta Inggris tidak gegabah jika tidak ingin perseteruan ini berlanjut. (Fars News Agency/WANA/Handout via REUTERS)
Pilihan yang tersedia hanya dua, yakni berunding atau mengerahkan kekuatan militer. (Mizan News Agency/WANA Handout via REUTERS)