Australia Sepakati Perbatasan Maritim dengan Timor Leste

CNN Indonesia | Senin, 29/07/2019 18:41 WIB
Australia Sepakati Perbatasan Maritim dengan Timor Leste Ilustrasi parlemen Australia. (AFP Photo/Torsten Blackwood)
Jakarta, CNN Indonesia -- Australia dan Timor Leste menyepakati perjanjian perbatasan maritim yang sudah menjadi sengketa sejak satu dekade lalu.

AFP melaporkan bahwa kesepakatan dipastikan berlaku setelah parlemen Australia menyetujui penerapan perjanjian perbatasan maritim melalui sebuah pemungutan suara pada Senin (29/7).

Menteri Luar Negeri Australia, Marise Payne, menyambut baik kesepakatan ini. Menurutnya, perjanjian ini membuka kesempatan besar untuk mengembangkan jalur minyak yang berada di perbatasan kedua negara, Greater Sunrise.
Dalam perjanjian tersebut, kedua negara sepakat untuk membagi hasil yang didapat dari kilang minyak di Laut Timor tersebut.


Selama ini, Greater Sunrise memang menjadi salah satu isu yang membuat perundingan perbatasan antara Australia dan Timor Leste mandek.

Ditemukan pada 1974, ladang Greater Sunrise terletak 150 kilometer di tenggara Timor Timur dan 450 kilometer di barat laut Australia. Jalur minyak itu diperkirakan bernilai antara US$40-US50 miliar.
Timor Leste berencana membangun ladang minyak menggunakan pipa yang membentang hingga pesisir selatan negara itu. Mereka berharap, jalur itu dapat menciptakan lapangan kerja baru yang sangat dibutuhkan di Timor Leste.

Namun, Australia meragukan kemampuan Timor Leste untuk mengembangkan jalur pipa di Greater Sunrise.

Dengan kesepakatan ini, Australia memberikan Greater Sunrise kepada Timor Leste dengan syarat bagi hasil.

"[Kesepakatan ini] menyudahi sengketa lama di perbatasan maritim kita, disepakati demi pembangunan Greater Sunrise dan menjadi fondasi untuk babak baru dalam hubungan bilateral kita," ujar Payne. (has/has)